Pria Paruh Baya Asal Australia di Vonis 129 Tahun Penjara Di Filipina

Ilustrasi Pria Australia Hukuman 129 Tahun Penjara Akibat Pelecehan Seksual Terhadap Anak. (Foto: Pexels.com/Rodnae Production)
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Seorang pria asal Australia telah dijatuhi hukuman 129 tahun penjara di Filipina dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak yang melibatkan korban berusia 18 bulan. Itu adalah vonis kedua bagi Peter Gerard Scully, yang sudah menjalani hukuman seumur hidup karena pemerkosaan dan perdagangan anak perempuan.

Para ahli memperingatkan bahwa Filipina telah menjadi hotspot global untuk eksploitasi seks anak, dibantu oleh kemiskinan, kefasihan berbahasa Inggris dan konektivitas internet yang tinggi di negara itu. Pengadilan Cagayan de Oro menjatuhkan hukuman pada 3 November setelah Scully dan ketiga terdakwa lainnya menandatangani kesepakatan pembelaan.

Mereka telah didakwa dengan 60 pelanggaran, termasuk perdagangan manusia, materi pelecehan seksual anak, pelecehan anak dan pemerkosaan. Pacar Scully, Lovely Margallo, divonis 126 tahun penjara. Sementara dua terdakwa lainnya dijatuhi hukuman lebih dari sembilan tahun.

Para korban dan keluarga mereka telah menerima persyaratan perjanjian dan menganggapnya sebagai “kemenangan manis”, menurut sebuah pernyataan yang diposting di halaman Facebook kantor kejaksaan regional.

“Ini adalah kemenangan besar, tidak hanya bagi kami para jaksa di Departemen Kehakiman, tetapi yang lebih penting ini adalah kemenangan besar bagi para korban-penyintas,” katanya.

Dilansir dari Tribunnews.com, pada Rabu (9/11/2022) Scully  ditangkap pada 2015 di Malaybalay, Filipina selatan, setelah melarikan diri dari Australia pada 2011. Pria tersebut datang ke Filipina untuk menghindari tuduhan penipuan di negara asalnya.

Kemudian mendirikan bisnis cybersex, merekam gadis-gadis remaja dari keluarga miskin saat dia berhubungan seks dengan mereka atau menggunakan mainan seks, kata penyelidik sebelumnya. Rekaman video orang dewasa tersebut diduga dijual kepada pelanggan di Jerman, Amerika Serikat, dan Brazil.

Sebagian besar orang yang membayar untuk menonton jenis video seks ini berada di luar negeri. Sadisnya, diperkirakan ada ribuan anak yang telah dilecehkan dan kebanyakan dengan persetujuan orang tua mereka, kata pihak berwenang.

Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada tahun 2021 bahwa Filipina adalah salah satu sumber materi pelecehan seksual anak di dunia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today