Deklarasi Para Pemimpin G20 Mengutuk Perang Rusia dan Ukraina

0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

Isolasi internasional terhadap Rusia semakin meningkat ketika para pemipin dunia mengeluarkan deklarasi bersama dalam mengutuk perangnya di Ukraina yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global. KTT G20 di Bali, Indonesia berakhir di hari Rabu dengan pernyataan dari para pemimpin dalam mengecam Rusia untuk menyesalkan dengan tegas agresi yang dilakukan Federasi Rusia terhadap Ukraina dan menuntut penarikan diri sepenuhnya tanpa syarat dari wilayah Ukraina.

Melansir pada laman CNN.com, Presiden Indonesia sekaligus tuan rumah G20 Joko Widodo mengatakan pada konferensi pers bahwa “para pemimpin dunia menyetujui isi deklarasi, yaitu kecaman terhadap perang di Ukraina” yang sudah melanggar integritas teritorialnya. Namun, beberapa bahasa yang digunakan dalma deklarasi menunjukkan ketidaksepakatan di antara para anggota tentang isu-isu seputar Ukraina.

Negara India telah memisahkan diri dari negara Rusia. (Foto: Twitter.com/Jokowi)

“Perang ini turut menyebabkan banyak penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat secara masif dan membahayakan ekonomi global yang tergolong rentan akibat pandemi mealnda serta menyebabkan banyak resiko terjadinya krisis pangan, energi dan krisis keuangan. G20 kerap membahas juga bagaimana dampak perang antara Rusia dan Ukraina terhadap ekonomi global” Tambah Presiden Joko Widodo dalam laman CNN.com

Terdapat dokumen dengan tebal 17 halaman yang berisi tentang kemenangan besar bagi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya yang telah mendorong dalam mengakhiri KTT dengan kecaman terhadap Rusia, meskipun dokumen itu turut mengakui adanya keretakan di antara negara-negara anggota.

Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin dari G7 dan NATO mengadakan pertemuan darurat di Bali untuk membahas ledakan rudal. (Foto: Twitter.com/TxtdariHI)

Di samping itu, terdapat rudal yang mendarat langsung di sebuah desa dekat perbatasan antara Rusia dengan Ukraina hingga menewaskan dua orang. Masih belum jelas siapa yang menembakkan rudal itu diantara Rusia dan ukraina yang membuat amunisi buatan Rusia selama masa konflik berlangsung.

Ukraina juga turut mengerahkan rudal buatan Rusia sebagai bagian dari pertahanan udara mereka. Tapi apapun hasil dari penyelidikan terkait hal tersebut, insiden tersebut turut digarisbawahi mengenai dampak dari bahaya atas perhitungan dalam perang brutal yang telah berlangsung selama hampir sembilan bulan dan bersiko meningkat lebih lanjut dan menyeret negara-negara besar di dalamnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today