Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah memberikan sambutan mewah untuk kunjungan Presiden China Xi Jinping sejak Rabu lalu. Sambutan tak biasa untuk Xi Jinping diberikan ketika pemimpin China itu mengumumkan era baru dalam hubungan negaranya dengan Arab Saudi.
Anggota Pengawal Kerajaan yang menunggang kuda dan membawa bendera China dan Arab Saudi mengawal mobil Xi saat memasuki istana kerajaan di Riyadh. Di sanalah Pangeran Mohammed bin Salman, penguasa de facto negara kayak minyak itu, menyambutnya dengan senyum hangat.
“Kedua pemimpin mengadakan pertemuan resmi dengan putra mahkota mengharapkan dia, delegasinya tinggal yang menyenangkan di Arab Saudi,” bunyi laporan Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip Reuters, Jumat (9/12/2022). Itu sangat kontras dengan sambutan rendah hati yang diberikan kepada Presiden AS Joe Biden pada kunjungannya Juli lalu, yang hubungannya telah tegang oleh kebijakan energi Arab Saudi dan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi tahun 2018.

Pangeran Mohammed bin Salman, yang dengan Biden melakukan tos tinju alih-alih berjabat tangan pada bulan Juli, telah kembali ke panggung dunia setelah kasus pembunuhan Khashoggi, yang merusak hubungan Saudi-AS, dan telah menentang tekanan Amerika agar meningkatkan produksi mintak
untuk mengisolasi Rusia.
Mengatur nada untuk kunjungan Xi, pesawatnya dikawal oleh jet tempur Angkatan Udara Arab Saudi saat memasuki wilayah udara kerajaan dan 21 senjata ditembakkan sebagai penghormatan saat bangsawan senior Saudi menemuinya di bandara pada hari Rabu lalu. “China dan negara-negara Arab akan terus menjunjung tinggi panji non- campur tangan dalam urusan dalam negeri, saling mendukung dengan tegas dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayah.”
Xi, karena bertemu dengan produsen minyak Teluk lainnya, mengatakan negara-negara Teluk dan Arab adalah harta karun energi untuk ekonomi dunia dan merupakan lahan subur untuk pengembangan industri teknologi tinggi.
Beberapa penguasa Arab, termasuk Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan kepala Dewan Kedaulatan Sudan Abdel Fattah al-Burhan, telah tiba di Riyadh kemarin.
Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya seperti Uni Emirat Arab mengatakan bahwa mereka tidak akan memihak antara kekuatan global dan mendiversifikasi mitra untuk melayani kepentingan ekonomi dan keamanan nasional. (Ukhti Muti”ah)






