Bermain mulus selama grup sampai masuk babak 16 besar Piala Dunia 2022. Menjamin timnas Brasil bisa mencapai final, tim peraih trofi Piala Dunia terbanyak harus menghadapi kenyataan pahit di babak perempat final.
Dalam melawan tim kuda hitam sekaligus finalis Piala Dunia 2018, timnas Kroasia, Brasil kalah dalam adu penalti di Education City Stadium, Pada hari Jumat (09/12) malam WIB, dengan skor 2-4 setelah di waktu normal berakhir imbang 1-1.
Dalam laga itu, dua gol di pertandingan tercipta karena neymar berhasil masukin satu gol, maka di perpanjang waktu (105+1′) yang dibalas Bruno Petkovic (117′). Laga antara keduanya berlangsung ketat, Kroasia memiliki penguasaan bola 51-49 persen, namun Brasil jauh lebih baik dalam tembakan (21) dan 11 tepat sasaran.

Pada akhirnya, statistik tidak menjadi masalah dan Kroasia terus melaju setelah disingkirkan oleh Jepang di babak 16 besar dan kemudian oleh Brasil di perempat final juga. Tarian Brasil berubah menjadi air mata ketika gagal memenuhi ekspektasi setelah terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2002.
Tite, yang melatih Brasil sejak 2016, telah mengonfirmasi akan mengundurkan diri sebagai pelatih Brasil. Dia menepati janjinya setelah sebelumnya mengatakan Piala Dunia 2022 akan menjadi yang terakhir baginya.
“Saya mengejar Piala Dunia, tidak punya alasan untuk berbohong. Saya juga tidak ingin menang, telah memenangkan segalanya dalam karir saya, satu-satunya hal yang hilang adalah Piala Dunia,” kata Tite sebelumnya.
Dilansir dari bolaskor.com, Tite juga mengonfirmasinya setelah pertandingan melawan Kroasia. “Seperti yang saya katakan, era saya sudah berakhir. Saya mengatakan itu satu setengah tahun yang lalu. Saya adalah pria yang penuh janji,” ujarnya
Dua pemain senior Brasil, Casemiro dan Thiago Silva, juga angkat bicara usai kekalahan tersebut. Keduanya meratapi kegagalan Brasil mendominasi permainan setelah Neymar memberi tim keunggulan.
“Dalam sepak bola kami bisa kebobolan terlepas dari lawan di sisi lain. Kroasia adalah tim yang berkualitas. Tiba-tiba kami bisa sedikit lebih fokus. Kami tidak terbiasa melakukan serangan balik seperti itu. Saya pikir kami berjuang keras dalam permainan.” sedikit,” kata Thiago Silva.
“Pada bola kedua, ketika kami kehilangan kendali, kami membalas apa yang mereka inginkan saat itu dan menambahkan lebih banyak sundulan. Dan gol itu bahkan tidak datang dari atas, melainkan melalui tanah.”
“Meski harus melewati sedih, hidup harus terus berjalan. Saya sangat bangga dengan para pemain, apa yang kami raih, tapi sayangnya itu bagian dari sepak bola.”
Seperti Thiago Silva, Casemiro juga mengatakan bahwa hidup terus berjalan dan momen sulit melawan Kroasia bisa terjadi kapan saja. Casemiro juga terdiam setelah pertandingan melawan Kroasia.
“Semua kekalahan menyakitkan, terutama ketika Anda memiliki tujuan, mimpi, memiliki pekerjaan empat tahun saat itu. Tapi sulit untuk menemukan kata-kata. Sulit untuk menemukan momen,” imbuh Casemiro.
“Itu mengangkat kepala Anda, hidup terus berjalan. Kami sedih, semua pemain di grup melakukan yang terbaik. Kami kecewa, terutama karena apa yang terjadi. Itu ada di tangan kami dan kemudian hilang. Saat yang sulit. Sekarang ketenangan pikiran, hidup harus terus berjalan,” urai pemain Manchester United tersebut.






