Korea Selatan Memberi Tembakan Peringatan Setelah Mendeteksi Drone Korea Utara Di Wilayah Udaranya

Korea Selatan memberi tembakan peringatan setelah lima drone Korea Utara memasuki wilayah udaranya. (Photo: Sky News)
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Pada hari Senin, Kementerian Pertahanan Korea Selatan melaporkan bahwa pihaknya telah mengirimkan jet tempur dan heikopter penyerang setelah diketahui ada lima drone milik Korea Utara melintasi wilayah udaranya, dan salah satu drone berhasil dijatuhkan.

Dilansir dari edition.cnn.com, Kementerian tersebut menyatakan bahwa militer Korea Selatan telah melepaskan tembakan ke arah drone dengan panjang di bawah 2 meter tersebut. Empat drone dilaporkan terbang di sekitar pulau Ganghwa dan satu drone terbang di atas wilayah udara utara Seoul, menurut pernyataan dari pejabat pertahanan Korea Selatan, Lee Seung-oh.

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa satu drone diperkirakan terbang selama tiga jam sebelum kembali lagi ke Utara, sedangkan empat drone lainnya menghilang sepanjang hari.

Dilaporkan pihak militer Korea Selatan mengerahkan jet tempur dan helikopter penyerang untuk merespon kejadian tersebut. (Photo: AFP/South Korean Defence Ministry)

Kementerian tersebut juga menambahkan bahwa pihak militer Korea Selatan telah melacak drone tersebut selama lima jam.

Lee mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa “ini adalah provokasi yang jelas dan invasi wilayah udara kita oleh Korea Utara.” Kementerian Pertahanan berkata bahwa salah satu pesawat tempur ringan milik Korea Selatan, KA-1, jatuh saat sedang lepas landas ketika dikerahkan untuk merespons drone itu.

Belum jelas apa yang menyebabkan pesawat tersebut jatuh, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Lee memberikan pernyataan terkait dengan tanggapan pelanggaran wilayah udara, Lee berkata bahwa militer Korea Selatan telah mengerahkan aset pengintaian berawak dan tak berawak ke wilayah perbatasan antar-Korea, dengan beberapa diantaranya melintas ke wilayah Korea Utara.

Lee menambahkan, aset-aset yang dikirimkan bertugas untuk melakukan misi pengintaian, termasuk merekam instalasi militer Korea Utara.

Menurut Kementerian Pertahanan, militer Korea Selatan pertama kali mendeteksi drone berada di langit dekat kota barat laut Gimpo sekitar pukul 10.25 pagi waktu setempat di hari Senin.

Hari Selasa, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menyampaikan bahwa kejadian tersebut menandakan bahwa “kesiapan dan pelatihan militer sangat kurang,” dan menambahkan bahwa Korea Selatan akan mempercepat peluncuran unit drone militernya sebagai respons atas kejadian ini.

“Kami telah merencanakan peluncuran unit drone yang akan memantau dan mengintai instalasi militer Korea Utara, tetapi setelah insiden kemarin, kami akan memajukan peluncurannya sebanyak mungkin,” ujar Yoon.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today