Pemerintah Kanada menyampaikan bahwa pihaknya telah menyelesaikan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan perusahaan pembuat senjata Lockheed Martin terkait pembelian 88 pesawat jet tempur F-35. Pembelian pesawat jet tempur tersebut dilakukan oleh Kanada dengan tujuan untuk meingkatkan armada negara yang sudah tua.
Dilansir dari aljazeera.com, Menteri Pertahanan Anita Anand, memberikan pernyataan dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada hari Senin, bahwa kesepakatan dengan nilai sekitar Rp 221,4 triliun ini, menandai investasi terbesar di Angkatan Udara Kanada dalam 30 tahun.

“Ketika dunia kita semakin gelap, dengan invasi Rusia yang ilegal dan tidak dapat dibenarkan ke Ukraina dan perilaku China yang semakin asrtif di Indo-Pasifik, proyek ini menjadi semakin penting terutama mengingat pentingnya interoperabilitas dengan sekutu kita,” ujar Anand.
Pengumuman tersebut muncul pada saat Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dan Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, dalam pertemuan puncak “Three Amigos” di Mexico City minggu ini.
Kanada dan Amerika Serikat yang memiliki hubungan pertahanan yang erat, telah mencoba selama lebih dari satu dekade untuk mengganti armada pesawat tempur ‘Boeing CF-18’ yang sudah lama, termasuk beberapa diantaranya sudah berusia lebih dari 40 tahun.
Diperkirakan empat pesawat F-35 pertama akan dikirimkan pada tahun 2026 dengan kapasitas operasional penuh untuk armada pada tahun 2032 dan 2034.
Anggaran sebesar Rp 221,4 triliun ini termasuk dengan biaya penyiapan infrastruktur, persenjataan dan biaya terkait lainnya selain harga pesawat, yang diperkirakan masing-masing sekitar Rp 1,3 triliun. Tetapi, untuk keseluruhan program ini diperkirakan akan membutuhkan biaya sekitar Rp 810,8 triliun.
Pada akhir Desember, kelompok aktivis Koalisi No Fighter Jets menyatakan, “saat musim dingin tiba dan warga Kanada berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak bertanggung jawab dan tidak adil bagi pemerintah Trudeau untuk membelanjakan uang publik untuk pesawat tempur Amerika.”
“Sebaliknya, pemerintah federal harus berinvestasi pada perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, bantuan ekonomi, dan aksi iklim. Rencana pengadaan F-35 Kanada tidak dapat diterima dan tidak bermoral dan harus dibatalkan,” tambah kelompok aktivis Koalisi No Fighter Jets.






