Sekutu Putin, Ungkap Soal Pengiriman Senjata Baru Oleh Barat ke Kyiv Akan Menyebabkan Bencana Global

Sekutu Presiden Rusia mengatakan pada hari Minggu (22/1/2023) bahwa pengiriman senjata ofensif ke Kyiv mengancam wilayah Rusia. (Photo : Net)
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Sekutu Presiden Rusia mengatakan pada hari Minggu (22/1/2023) bahwa pengiriman senjata ofensif ke Kyiv mengancam wilayah Rusia akan ada bencana global dan membuat argumen soal menentang penggunaan senjata pemusnah massal menjadi tidak dapat dipertahankan.

“Oleh karena itu, memperingatkan bahwa dukungan Amerika Serikat dan NATO terhadap Ukraina membawa dunia ke dalam perang yang mengerikan”, ujar Vyacheslav Volodin pembicara Duma.

Maka dari itu, Washington dan para negara NATO memasok senjata yang akan digunkan untuk menyerang kota sipil serta berusaha berebut kembali wilayah kami. Tidak hanya itu, mereka ancam yang akan memicu tindakan pembalasan tersebut dengan gunakan senjata lebih kuat,”ujar Volodin lewat aplikasi pesan Telegram.

“Argumen kekuatan nuklir belum pernah gunakan senjata pemusnah massal dalam konflik lokal tidak dapat dipertahankan. Dengan negara-negara ini tidak menghadapi situasi di mana ada ancaman terhadap keamanan warga negara mereka dan integritas teritorial negara.

Washington dan para negara NATO memasok senjata yang akan digunkan untuk menyerang kota sipil serta berusaha berebut kembali wilayah kami. (Photo : Reuters)

Sekutu barat ini menjanjikan miliaran dolar dalam bentuk senjata untuk Ukraina pada minggu lalu.

Walaupun mereka gagal untuk membujuk Jerman mencabut veto dengan menyediakan tank-tank tempur Leopard buatan Jerman, dipegang oleh sejumlah negara NATO namun pemindahannya ke Ukraina membutuhkan persetujuan dari Berlin.

Sejak Invasi pada (24/2/2022),dianggap sebagai upaya dalam mempertahankan diri dari barat yang agresif, Rusia sudah menguasai beberapa wilayah Ukraina dan mengatakan bahwa mereka tidak akan mengembalikannya. Kyiv mengatakan untuk mengembalikan integritas teritorial Ukraina tidak terbuka untuk negosiasi.

Komentar Volodin, menyusul untuk ancaman serupa pada minggu lalu oleh Dmitry Medvedev, mantan Perdana Menteri dan Presiden Rusia.

Volodin, di usia 58 tahun, telah menjadi ketua majelis rendah, Duma Negara, sejak 2016, sebelumnya ia memegang para senior dalam administrasi kepresidenan. Sebagai anggota Dewan Keamanan Presiden Rusia, ia memiliki akses reguler ke Presiden.

“Pengiriman senjata ofensif ke rezim Kyiv akan menyebabkan bencana global,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today