Pervez Musharraf, Mantan Presiden Pakistan, Meninggal di Usia ke 79 Tahun di Dubai

Pervez Musharraf, mantan presiden Pakistan telah meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Dubai. (Photo: Sky News)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Pada hari Minggu, Pervez Musharraf, yang merupakan mantan Presiden Pakistan, dilaporkan telah meninggal dunia dalam usia 79 tahun di sebuah rumah sakit di Dubai akibat penyakit yang sudah dideritanya cukup lama, menurut sumber militer yang memberikan konfirmasi kepada Al Jazeera.

Dilansir dari aljazeera.com, Musharraf adalah seorang jenderal bintang empat yang telah memimpin Pakistan selama hampir satu dekade setelah merebut kekuasaan dalam kudeta tak berdarah di tahun 1999.

Dilaporkan Musharraf menderita penyakit amiloidosis, sebuah penyakit langka yang mengakibatkan rusaknya organ-organ di dalam tubuh.

Media militer memberikan pernyataan bahwa para anggota militer senior mengucapkan “belasungkawa yang tulus” atas meninggalnya mantan penguasa militer tersebut. “Semoga Allah memberkati arwahnya dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.”

Pervez Musharraf meninggal akibat penyakit langka yang telah lama dideritanya bernama amiloidosis, sebuah penyakit yang merusak organ-organ dalam tubuh. (Photo: BBC)

Anggota keluarga Musharraf tengah menggelar sebuah pertemuan untuk mendiskusikan terkait jasad dari mantan jenderal tersebut apakah akan dibawa kembali ke Pakistan, menurut laporan dari Al Jazeera di Islamabad.

Diketahui Musharraf merupakan seorang mantan komandan pasukan khusus dan menjadi presiden melalui beberapa rangkaian kudeta militer terakhir yang mengguncang Pakistan.

Musharraf mengambil alih kekuasaan dengan menggulingkan Perdana Menteri Nawaz Sharif, pada saat hubungan antara dua pemimpin semakin memburuk.

Sharif melakukan pemecatan terhadap Musharraf pada bulan Oktober 1999, disaat panglima militer tersebut tengah terbang pulang dari Sri Lanka dan menolak untuk mendaratkan pesawatnya di Pakistan, walaupun pesawat tersebut akhirnya kehabisan bahan bakar.

Di lapangan, para tentara mengambil alih kendali, dan setelah melakukan pendaratan, Musharraf mulai mengambil alih kekuasaan.

Musharraf memimpin Pakistan melalui ketegangan dengan india, menyebutnya sebagai “perang melawan teror” yang dipimpin oleh Amerika Serikat, serta pemberontakan bersenjata yang mengakibatkan tewasnya ribuan orang. Dia mundur dari jabatannya pada tahun 2008 pada saat menghadapi kemungkinan pelengseran.

Partai politik yang didirikan oleh Musharraf pada tahun 2010, gagal untuk mendapatkan kursi yang signifikan dalam dua pemilihan umum berikutnya.

Musharraf memilih tinggal di pengasingan yang dipaksakan sendiri di Uni Emirat Arab setelah dirinya didakwa telah melakukan pengkhianatan di tahun 2014.

Pengadilan telah menjatuhkan hukuman mati kepada Musharraf secara in absentia di tahun 2019, akibat pemberlakuan pemeirntahan darurat di tahun 2007, namun, putusan tersebut dibatalkan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today