Starlink Ubah Satelitnya, Kecepatan Internet Meningkat Signifikan

SpaceX meminta Komisi Komunikasi Federal (FCC) agar dapat memberikan perizinan modifikasi sistem satelit Starlink generasi kedua (Gen2). (Source: blog.rilidigital.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

SpaceX, salah satu perusahaan besar yang dimiliki oleh Elon Musk, telah meminta Komisi Komunikasi Federal (FCC) agar dapat memberikan perizinan modifikasi sistem satelit Starlink generasi kedua (Gen2).

Dilansir dari cnbcindonesia.com, SpaceX mengungkapkan bahwa modifikasi tersebut memungkinkan konstelasi satelitnya sehingga dapat menyajikan kecepatan internet broadband hingga tembus kapasitas gigabit.

SpaceX mengungkapkan bahwa modifikasi tersebut memungkinkan konstelasi satelitnya sehingga dapat menyajikan kecepatan internet broadband hingga tembus kapasitas gigabit. (Source: starlink via inet.detik.com)

Pada 11 Oktober 2024, dokumen pengajuan telah dimasukkan dan publikasikan pada minggu ini. Dalam dokumen tersebut, Starlink ingin membuat perubahan pada konfigurasi orbital serta parameter operasionalnya.

“Modifikasi ini memungkinkan sistem Gen2 mengantarkan kecepatan gigabit, latensi sangat rendah, dan konektivitas mobile yang mumpuni untuk semua warga Amerika Serikat (AS) dan miliaran orang di seluruh dunia yang tak memiliki akses ke internet yang layak,” kata Jameson Dempsey, Direktur Kebijakan Satelit SpaceX, dikutip dari ViaSatellite, Kamis (17/10/2024) dalam laman cnbcindonesia.com.

Sebagai perbandingan, saat ini kecepatan internet Starlink untuk download diklaim berada dikecepatan antara 25-220 Mbps. Mayoritas para pengguna dapat merasakan pengalaman internet Starlink dengan kecepatan 100 Mbps.

Pada tahun 2022 lalu, pihak FCC telah memberikan izin kepada SpaceX agar dapat mengaktifkan konstelasi Starlink Gen2 hingga 7.500 satelit untuk menyediakan layanan internet satelit (FSS) di pita Ku- dan Ka-. Berikutnya, operasi Gen2 menggunakan frekuensi tambahan di pita E- dan V-.

SpaceX mengungkapkan bahwa spektrum yang lebih fleksibel dapat memungkinkan perusahaan mengakselerasi realisasi konektivitas 6G. (Source: maxpolyakov.vom)

Berawal dari hal tersebut, SpaceX memberikan laporan bahwa sistem Gen2 telah mengaktifkan 3.000 satelit. Konstelasi penuh Starlink telah melayani lebih dari 4 juta orang.

Di dalam modifikasi terbaru yang diajukan, SpaceX meminta spektrum yang lebih fleksibel untuk konstelasinya. SpaceX ingin menggunakan frekuensi di rentang pita Ku-, Ka-, V-, dan E- untuk FSS serta layanan mobile (MSS) pada frekuensi yang alokasinya bisa dibagi untuk keduanya.

SpaceX mengungkapkan bahwa spektrum yang lebih fleksibel dapat memungkinkan perusahaan mengakselerasi realisasi konektivitas 6G.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today