Pada hari Rabu 26 Maret 2025, telah terjadi sebuah peristiwa kebakaran hebat yang melanda Desa Hutanagodang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, mengakibatkan sebanyak 27 unit rumah hangus terbakar.
Dilaporkan bahwa cuaca yang saat itu tengah dalam kondisi angin kencang dari permukaan Danau Toba mempercepat penyebaran api dan menghanguskan sejumlah kediaman milik warga di desa itu.

Bonggas Pasaribu, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tapanuli Utara, mengungkapkan bahwa akibat embusan angin dari permukaan air Danau Toba, api menjadi besar dengan cepat dan melahap 27 rumah warga.
“Warga sekitar lokasi tidak sanggup memadamkan api. Warga juga tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah,” kata Bonggas Pasaribu, Rabu, 26 Maret 2025, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Bonggas menyatakan bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah meminta untuk dikirimkan bantuan berupa mobil pemadam kebakaran milik Angkasa Pura Bandara Silangit serta pemadam kebakaran pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang memiliki jarak lebih dekat dengan lokasi terjadinya kebakaran.
“Namun api baru bisa dipadamkan sekitar 1, 5 jam setelah kebakaran,” ujar dia, dalam laman tempo.co.
Bonggas menjelaskan bahwa para keluarga korban terdampak kebakaran tersebut saat ini tengah mengungsi ke rumah sanak famili yang lokasinya terletak di dekat wilayah terjadinya kebakaran.
Dikabarkan bahwa BPBD Tapanuli Utara juga telah membuat tenda dan dapur umum yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan dari para korban terdampak.
“Kebutuhan makan dan minum untuk korban kebakaran disiapkan. Bupati dan wakil bupati bersama kapolres saat ini berada di tengah pengungsi di lapangan melihat langsung kondisi korban,” ujar Bonggas, dilansir dari tempo.co.
Ajun Inspektur Satu Walpon Baringbing, selaku Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Tapanuli Utara, menyampaikan bahwa penyebab dari terjadinya peristiwa kebakaran tersebut sampai saat ini belum diketahui, dan masih dalam proses penyelidikan polisi.
Walpon menyebut, kondisi dari kediaman milik para warga yang memiliki posisi rapat dengan lingkungan sekitar dan juga bangunan berbahan semi permanen menjadi tantangan dalam upaya pemadaman api.
Dalam peristiwa kebakaran tersebut, Walpon menyatakan, tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material diestimasikan dapat mencapai hingga sebesar milliaran rupiah.
“Polres Tapanuli Utara masih mendata rumah dan barang yang terbakar agar tak terjadi konflik saling klaim kepemilikan,” ujar Walpon, dikutip dari tempo.co.






