Kemlu Buka Suara Terkait Kabar PMI di Kamboja Diduga jadi Korban Perdagangan Organ

Kemlu buka suara terkait kasus tewasnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kamboja. (Source: Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho)
0 0
Read Time:1 Minute, 30 Second

Melalui Judha Nugraha, selaku Direktur Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri atau Kemlu buka suara terkait kasus tewasnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kamboja.

Dilaporkan bahwa kasus tersebut sempat menjadi perhatian publik dan telah mendapatkan penanganan langsung dari Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Phnom Penh.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha, menanggapinya dengan membantah kabar tersebut. (Source: Istimewa via Askara.co)

“Untuk kasus Pekerja Migran Indonesia yang meninggal, namanya Soleh Damawan asal Bekasi, sudah ditangani oleh KBRI Phnom Penh dan jenazahnya sudah dikembalikan ke Indonesia,” kata Judha, dikutip dari tempo.co.

Dilansir dari tempo.co, terkait kabar kemungkinan adanya praktik perdagangan organ yang sempat beredar di masyarakat, Judha memberikan tanggapannya dengan membantah hal tersebut.

“Untuk Soleh ini kan memang perusahaannya ada. Waktu itu sempat heboh karena ada bekas luka jahitan dan kemudian ada isu mengenai perdagangan organ, tapi sudah dipastikan bahwa luka jahitan itu adalah luka jahitan lama karena sakit yang bersangkutan,” ujarnya, dilansir dari tempo.co.

Walaupun begitu, Judha memastikan bahwa KBRI Phnom Penh tetap bersinergi dengan kepolisian setempat untuk melakukan pendalaman terhadap kasus itu sesuai dengan prosedur yang berlaku di wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Judha, ia menjelaskan bahwa terdapat kesenjangan besar antara jumlah PMI yang telah melaporkan diri dengan jumlah sebenarnya yang masih berada di Kamboja.

Diketahui bahwa hanya ada sekitar 15.000 PMI yang telah melaporkan dirinya, menurut data yang dikeluarkan oleh KBRI Phnom Penh.

Sedangkan untuk data total dari imigrasi Kamboja yang memiliki izin kerja, memperlihatkan angka sebanyak 89.000 WNI.

“Mayoritas memang tidak lapor. Kemudian kami baru tahu keberadaan PMI ketika mereka bermasalah, atau bahkan dalam kasus ini meninggal. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kami,” tutur dia, dalam laman tempo.co.

Judha menegaskan bahwa melaporkan diri menjadi hal yang penting dalam langkah awal perlindungan bagi para PMI di luar negeri.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today