Seluruh pekerjaan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN yang sudah dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2024, dipastikan Basuki Hadimuljono, selaku Kepala Otorita IKN, bakal dilanjutkan.
Hal tersebut dikarenakan pemblokiran anggaran IKN di Kementerian Pekerjaan Umum sudah kembali dibuka.

“Pekerjaan infrastruktur jalan tol, Istana Wapres, masjid, (pengolahan) air limbah, serta beberapa jalan dalam kawasan KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan) tetap dilaksanakan Kementerian PU,” kata Basuki dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Rabu, 23 April 2025, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Basuki mengungkapkan bahwa terdapat anggaran sekitar Rp 10 triliun yang bakal digunakan untuk menyelesaikan seluruh proyek tersebut.
Basuki mengatakan bahwa saat ini pembangunan di IKN tengah dikerjakan oleh tiga instansi, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atau PKP, serta Otorita IKN.
Ketiga instansi tersebut nantinya akan mengurus beberapa proyek, yakni Kementerian PU bakal menyelesaikan proyek pekerjaan multiyear yang belum selesai.
Lalu, Kementerian PKP bakal mendirikan lima tower rusun tambahan untuk aparatur sipil negara atau ASN serta Kementerian Pertahanan.
Sedangkan, tugas Otorita IKN yaitu mendirikan sejumlah proyek baru yang belum dilelangkan. Pada bulan Mei 2025, Otorita IKN memiliki target untuk meneken kontrak kerja dalam pembangunan jalan-jalan di kawasan 1A, 1B, serta 1C, yang di mana belum dikerjakan oleh Kementerian PU.
Tidak hanya proyek jalan saja, namun Otorita IKN juga akan melakukan penataan Kawasan Sepaku, dengan tujuan agar wilayah tersebut tidak menjadi kawasan kumuh. Dilaporkan bahwa Basuki menargetkan tender untuk proyek tersebut dapat dilakukan pada tahun ini.
Lalu, terkait dengan lelang pendirian ekosistem legislatif serta yudikatif, Basuki menjelaskan bahwa pelaksanannya bakal dilakukan setelah seluruh pekerjaan yang sebelumnya disebutkan telah mencapai kontrak.





