Sejak hari Minggu, 18 Mei 2025, sebanyak 12 desa terendam oleh banjir yang terjadi di Kabupaten Demak. Dilaporkan bahwa banjir ini terjadi setelah tanggul Sungai Tuntang yang terletak di Desa Karangrejo dan Kembangan, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, jebol.
Dilansir dari tempo.co, sejumlah wilayah yang tergenangi oleh peristiwa banjir tersebut di antaranya adalah Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah; Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam; Desa Sidoharjo serta Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur; Desa Mintreng, Kecamatan Kebonagung; Desa Karangrejo, Desa Kembangan, Desa Krajanbogi, serta Desa Gebangarum di Kecamatan Bonang; dan Desa Sayung serta Desa Kalisari, Kecamatan Sayung.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air di wilayah hulu ke hilir meningkat, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah Demak,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catur Penanggungan, pada Selasa, 20 Mei 2025, dikutip dari tempo.co.
Dikabarkan bahwa berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPBD, terdapat sebanyak 2.903 kepala keluarga atau 11.662 warga terkena dampak peristiwa banjir tersebut.
Diketahui bahwa sebanyak 2.959 rumah warga telah tergenangi oleh banjir tersebut. “Pengungsi ada 6 KK, 25 jiwa,” tutur dia, dilansir dari tempo.co. Saat ini, para warga yang terkena dampak banjir tengah mengungsi di tempat ibadah.
Peristiwa banjir ini juga dikabarkan telah merendam sejumlah bangunan lainnya, seperti 21 unit fasilitas umum, 3 kantor, 17 tempat ibadah, 1 pasar, 15 sekolah, 3 fasilitas kesehatan, 730 hektare lahan pertanian, serta menggenangi jalan dengan ketinggian yang mencapai hingga 70 sentimeter.
Saat ini, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Demak, tengah melakukan sejumlah upaya penutupan terhadap titik tanggul yang jebol.





