Saat ini, aktivitas mendaki gunung tidak lagi dianggap sebagai olahraga ekstrem, namun sudah menjadi bagian dari salah satu tren wisata alam.
Walaupun mendaki gunung memiliki risiko yang tinggi, tetapi semakin banyak masyarakat yang ingin mencobanya, meliputi mereka yang tidak mempunyai latar belakang pendakian.
Sebelum melakukan aktivitas pendakian, sangat penting untuk dapat memahami sejumlah risiko yang ada pada saat mendaki, terutama bagi para pendaki pemula.

Dilansir dari tempo.co, berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh Discover Altai dan Embracing The Wind, terdapat sejumlah risiko yang akan dihadapi para pendaki pada saat tengah melakukan aktivitas mendaki gunung.
- Cuaca buruk
Dikenal akan perubahan cuacanya yang cepat, para pendaki bakal sering menghadapi berbagai macam perubahan cuaca ekstrem di daerah pegunungan, seperti badai salju, angin kencang, suhu dingin ekstrem, hingga badai yang tidak terduga. Sejumlah kondisi tersebut bakal memberikan peningkatan terkenanya risiko radang dingin, hipotermia, serta visibilitas rendah yang membuat navigasi menjadi lebih sulit.
- Lingkungan dan topografi
Lingkungan dan topografi yang berada di jalur pendakian memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pengalaman para pendaki. Dalam melakukan aktivitas mendaki gunung diperlukan antisipasi terhadap pendakian curam, karena jarak pendek dengan kenaikan elevasi besar dapat menjadi sebuah hal yang lebih sulit dibandingkan jalur datar yang panjang.
- Tersesat dan kekurangan air
Kurangnya pengetahuan, pemilihan keputusan yang buruk, atau terlalu percaya diri, merupakan beberapa kelalaian dari para pendaki yang dapat membuat risiko pendakian menjadi semakin tinggi. Salah satu di antaranya yakni tidak membuat rencana pendakian serta tidak memberitahukannya kepada keluarga maupun kerabat, yang di mana ketika dalam kondisi hilang kontak bakal sulit untuk ditemukan.
Kebutuhan air juga diketahui merupakan salah satu hal yang sangat penting ketika tengah berada di jalur pendakian. Tergantung dengan kondisi cuaca, namun dianjurkan agar dapat memenuhi kebutuhan air minimal 2 liter per hari. Kemudian, apabila menemukan sumber air di jalur pendakian, pastikan untuk menyaringnya terlebih dahulu sebelum diminum.






