Kembali Erupsi, Gunung Dukono di Maluku Utara Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 600 Meter

Gunung Dukono dilaporkan kembali mengalami erupsi. (Source: Ilustrasi/Pinterest via Chanelmuslim.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

Pada hari Jumat, 8 Agustus 2025, tepatnya pukul 09.18 WIT, Gunung Dukono dilaporkan kembali mengalami erupsi.

Gunung berapi yang lokasinya berada di Maluku Utara tersebut meletus dan mengeluarkan abu vulkanik yang memiliki tinggi kolom mencapai 600 meter dari atas kawah.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Bambang Sugiono, selaku salah seorang petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, mengungkapkan bahwa tinggi kolom abu tampak berwarna putih sampai kelabu yang memiliki intensitas mengarah ke tenggara.

Gunung berapi di Maluku Utara ini mengeluarkan abu vulkanik dengan tinggi kolom mencapai 600 meter dari atas kawah. (Source: Ilustrasi/ANTARA/HO-PGA Gunung Dukono)

“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” kata Bambang tidak lama setelah erupsi itu terjadi, dikutip dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, erupsi Gunung Dukono kali ini memiliki amplitudo maksimum 15 milimeter selama hampir semenit atau 51,98 detik, menurut rekaman dari seismograf.

Kemudian, pada pukul 07.28 WIT, dua jam sebelum terjadinya peristiwa tersebut, Gunung Dukono juga dikabarkan sempat meletus serta memuntahkan abu vulkanik yang memiliki tinggi kolom mencapai 400 meter di atas kawah.

Mengutip Tempo.co, menurut informasi yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, diketahui bahwa Gunung Dukono saat ini tengah menduduki peringkat ketiga sebagai gunung api paling aktif yang berada di Indonesia.

Dikabarkan bahwa dari bulan Januari 2025 sampai dengan saat ini, Gunung Dukono sudah mengalami erupsi sebanyak 469 kali.

Status Gunung Dukono saat ini telah ditetapkan oleh Badan Geologi menjadi waspada atau level II. Badan Geologi juga telah meminta kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas serta mendekati Kawah Warirang dan Malupang dalam jarak 4 kilometer.

Lalu, para warga setempat juga disarankan agar selalu mempersiapkan masker serta penutup hidung dan mulut yang nantinya bakal dipakai untuk menghindari ancaman bahaya dari abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.

“Mengingat letusan dengan abu vulkanis secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” kata Bambang, dilansir dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today