Aksi massa semakin menyebar ke rumah anggota dewan.
Di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ratusan orang melakukan penjarahan terhadap sejumlah rumah anggota dewan. Ini dimulai dengan Ahmad Sahroni, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem.
Setelah kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang terlindas oleh kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Jakarta, pada Kamis malam 28 Agustus, kemarahan massa semakin meningkat. Gelombang massa semakin meningkat, menyebabkan kebakaran di banyak fasilitas umum.
Fakta-fakta tentang penjarahan rumah yang disampaikan dewan kepada Menteri Keuangan Seri Mulyani adalah sebagai berikut :
Ahmad Sharoni
Di Swasembada Timur, Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah didatangi banyak orang sejak pukul 15.00 WIB pada hari Sabtu, 30 Agustus. Masyarakat sekitar yang pertama kali menyediakan penjagaan tidak dapat menampung ratusan orang.

Orang kaya Tanjung Priok yang sering disebut sebagai gila itu dan keluarganya dikabarkan kabur ke luar negeri. tidak hanya mengambil barang berharga seperti TV, tas, dan patung merek terkenal. Selain itu, massa yang marah menghancurkan seisi rumah dan mobil mewah Sahroni
Eko Patrio
Setelah video joget Eko Patrio di Gedung DPR menjadi viral di media sosial, dia menjadi sasaran amuk massa. Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) adalah Eko Hendro Purnomo.Meskipun Eko meminta maaf, rumah Eko di Setiabudi, Jakarta Selatan juga menjadi sasaran penjarahan warga tidak lama setelah penjarahan menyasar rumah Ahmad Sahroni.
Rumah mewah yang dikabarkan senilai Rp 150 miliar itu dihancurkan oleh banyak orang, dan semua barang yang ada di dalamnya dijarah. Masyarakat juga membawa barang elektronik seperti kulkas, dispenser, dan TV, serta tas merek terkenal.Menurut video yang dikumpulkan JawaPos.com, pelaku penjarahan bukan hanya orang biasa tetapi juga sopir ojek online.
Uya Kuya
Surya Utama, juga dikenal sebagai Uya Kuya, adalah pembicara dan anggota DPR RI dari Fraksi PAN. Dia telah mengeluarkan klatifikasi dua kali di akun media sosial Instagram terkait video di mana dia berjoging di Gedung DPR.
Namun, klarifikasi itu memicu kemarahan publik, yang pada Sabtu malam, 30 Agustus, menjarah rumah Uya Kuya di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Bahkan Uya Kuya meminta maaf sebelum rumah mewahnya dijarah massa. Banyak barang di dalamnya dibawa. Sejauh ini, tujuh orang yang terlibat dalam penjarahan telah ditangkap oleh polisi.
Nafa Urbach
The Nafa Urbach Anggota DPR dari Partai NasDem dan penyanyi juga menjadi sasaran amukan massa. Setelah mengatakan bahwa perjalanannya dari rumahnya di Bintaro ke DPR selalu terlalu lama, yang menghambat pekerjaannya sebagai anggota dewan, Nafa Urbach menjadi sasaran.
Nafa Urbach sempat melontarkan kewajaran jika anggota DPR menerima tunjangan rumah senilai 50 juta rupiah. Bahkan, dia meminta maaf meskipun akhirnya rumahnya tetap dijarah massa. Permohonan maaf Nafa diunggah sekitar pukul 23.00 WIB setelah rumah dua rekannya di Senayan, Ahmad Sahroni dan Eko Patrio, menjadi sasaran amukan massa yang marah atas pernyataan bodoh dan tidak masuk akal dari para wakil rakyat.
Sri Mulyani
Selain itu, rumah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah oleh orang-orang. Orang-orang ini menjarah rumah Sri Mulyani yang terletak di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, pada Minggu dini hari.
“Gelombang pertama sekitar jam satu (dini hari), gelombang kedua terjadi sekitar jam tiga (dini hari),” kata staf pengamanan di rumah itu, Joko Sutrisno, kepada pada Minggu pagi (31/8).
Penjaraan gelombang kedua adalah yang paling mengerikan, menurut saksi mata, karena melibatkan ratusan, jika tidak seribu, orang.
“Saya hanya bisa menyaksikan dari balik tirai rumah saya saja, tak berani keluar, karena banyak sekali orang-orang yang datang,” ucap seorang tetangga yang meminta namanya tak disebutkan.






