Sedikitnya 32 Orang di Kongo Tewas Akibat Jembatan di Sebuah Pertambangan Roboh

Sekitar 32 orang tewas akibat robohnya sebuah jembatan di salah satu tambang tembaga di Kongo. (Source: Ilustrasi/Shutterstock via Tempo.co)
0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

Seorang pejabat pemerintah daerah di Republik Demokratik Kongo mengungkapkan bahwa akibat robohnya sebuah jembatan yang terdapat di salah satu tambang tembaga di wilayah tersebut, sekitar 32 orang dilaporkan tewas.

Roy Kaumba Mayonde, selaku Menteri Dalam Negeri Provinsi, menghubungkan insiden kecelakaan tersebut dengan para penggali yang menyebrangi jembatan tersebut secara terburu-buru, mengakibatkannya roboh jatuh ke dalam parit yang tengah digenangi oleh banjir, menurut informasi dari Anadolu dalam laman Tempo.co.

Proses investigasi tengah dilaksanakan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab terkait tragedi ini. (Source: Ilustrasi/ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Mayonde menyatakan bahwa proses investigasi saat ini tengah dilaksanakan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab terkait tragedi yang telah menewaskan sejumlah orang itu.

“Meskipun ada larangan ketat untuk memasuki lokasi tambang karena hujan lebat dan risiko tanah longsor, para penggali ilegal tetap memasuki tambang secara paksa,” ujarnya, dikutip dari Tempo.co.

Dilaporkan bahwa insiden kecelakaan di lingkungan pertambangan kerap kali terjadi di Republik Demokratik Kongo dikarenakan beberapa faktor, seperti pertambangan yang tidak diatur, kekurangan keselamatan, hingga infrastruktur yang kurang memadai.

Inisiatif untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia telah mendorong agar dapat dilakukannya proses investigasi secara independen pada peran militer dalam sejumlah kematian itu.

Sekadar informasi, Kongo diketahui menjadi negara produsen kobalt paling besar di dunia, yang mana mineral ini kerap kali digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik serta berbagai produk lainnya.

Mengutip Tempo.co, berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Al Jazeera, sebanyak 80 persen produksi kobalt di Kongo dikendalikan oleh perusahaan milik Cina.

Dikabarkan bahwa kekayaan mineral yang dimiliki oleh Kongo juga menjadi inti dari perselisihan yang telah berlangsung dan perlahan menghancurkan wilayah tersebut selama lebih dari tiga dekade.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today