Dilaporkan bahwa 16 orang pelaku yang telah dibekuk akibat melakukan aksi penjarahan di sejumlah minimarket yang berlokasi di Sibolga, saat ini telah kembali dipulangkan oleh pihak Kepolisian Resor Sibolga.
Aksi penjarahan yang telah dilakukan oleh sejumlah warga tersebut diketahui karena mereka belum memperoleh bantuan logistik usai terjadinya bencana banjir serta tanah longsor yang melanda wilayah itu.

“Sudah dipulangkan untuk 16 orang yang menjarah,” kata Ajun Komisaris Besar Siti Rohani, selaku Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumatera Utara, hari Kamis, 4 Desember 2025, dikutip dari Tempo.co.
Dilansir dari Tempo.co, sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, selaku Kapolri, telah memastikan bahwa sejumlah warga yang diduga ikut terlibat dalam aksi penjarahan yang melanda sejumlah minimarket di wilayah Sibolga bakal dilepaskan dan kembali dipulangkan.
“Terkait informasi penjarahan. Sampai saat ini tidak ada lagi diamankan. Semua kami lepas,” kata Listyo, hari Rabu, 3 Desember 2025, dalam laman Tempo.co.
Listyo mengatakan bahwa ia memahami kondisi yang saat itu tengah dirasakan oleh masyarakat, yang mana mereka memerlukan bantuan logistik seperti makanan. “Jadi kami paham bahwa saat itu mereka membutuhkan logistik makanan,” ujar dia, dinukil dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko, selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, menyampaikan bahwa aksi penjarahan yang dilakukan oleh sejumlah warga di wilayah tersebut berlangsung dikarenakan pengiriman sejumlah bantuan logistik pasca bencana mengalami keterlambatan.
“Dampak sosial ketika belum masuk bantuan ke masyarakat tentu berpotensi (ada penjarahan),” kata Trunoyudo, hari Senin, 1 Desember 2025, dilansir dari Tempo.co.








