Pada hari Selasa, 2 Desember 2025, dilaporkan telah terjadi sebuah insiden kecelakaan beruntun yang melanda sembilan unit kendaraan ketika tengah berada di Jalan tol Cipularang Kilometer 112.
“Tim penyelamat segera tiba di lokasi untuk evakuasi korban dan pengamanan area,” ujar Ajun Komisaris Yuda Satyo Rahardjo, selaku Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi, hari Rabu, 3 Desember 2025, dilansir dari Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, Yudo mengungkapkan bahwa dalam insiden kecelakaan beruntun itu, terdapat beberapa orang yang menjadi korban terdampak, salah satu di antaranya dikabarkan meninggal dunia.

“Korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyan,” ucap Yudo melalui keterangan tertulis, dalam laman Tempo.co.
Yudo menjelaskan bahwa insiden kecelakan beruntun tersebut awalnya diduga karena terdapat satu unit truk yang mengalami permasalahan teknis.
Dikabarkan bahwa satu unit truk tersebut posisinya tengah berangkat dari arah Bandung menuju ke Jakarta, dan ketika berada di kilometer 112, truk itu menghantam sebuah minibus yang ada di depannya hingga mengakibatkan terjadinya insiden kecelakaan beruntun.
Beberapa saat setelah insiden kecelakaan beruntun itu terjadi, Yudo menyampaikan bahwa pihak Satuan Lalu Lintas langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan faktor-faktor lain, termasuk human error atau kondisi kendaraan,” ujar Yudo, dikutip dari Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, Komisaris Joko Prihantono, selaku Kepala Induk Patroli Jalan Raya Cipularang, menyatakan bahwa dalam insiden kecelakaan beruntun ini, terdapat sebanyak sembilan unit kendaraan yang terlibat.
Sembilan unit kendaraan tersebut di antaranya yakni Toyota Ayla, Toyota Avanza, Honda HR-V, dua unit Toyota Innova, HiAce City Transport, Honda Jazz, dan dua unit truk.
Dilaporkan bahwa salah seorang korban tewas dalam insiden kecelakaan beruntun ini bernama Hery Cristianto, yang merupakan pengemudi kendaraan Honda Jazz dari Kalideres, Jakarta Barat.
“Diduga penyebab awal karena kurang antisipasi pengemudi sehingga kendaraan saling bertabrakan,” kata Joko, dikutip dari Antara dalam laman Tempo.co.








