Untuk mengatasi kekurangan 150 ribu dokter di Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto bekerja sama dengan Pakistan di bidang pendidikan kedokteran.
Oleh karena itu, Prabowo meminta agar fakultas kedokteran didirikan di setiap provinsi yang menyatakan bahwa Pakistan akan mendukung program.

Dalam akun Sekretariat Kabinet pada hari Jumat, 12 Desember 2025, Letkol TNI Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, mengumumkan hal tersebut.
Teddy kemudian mengatakan kepada Prabowo bahwa dia telah pergi ke Pakistan dan Rusia. Presiden dan PM Pakistan bahkan menjemput Prabowo langsung di bandara Islamabad.
“Kemudian melaksanakan beberapa pertemuan singkat dan penting,” ujar Teddy.
Teddy menjelaskan bahwa beberapa perjanjian di Pakistan mencakup bidang kesehatan, pertanian, perdagangan, ekonomi, penelitian, sains, dan teknologi.
“Yang kedua, Bapak Presiden ingin dengan segera memperbanyak jumlah dokter di Indonesia. Karena menurut data Kemenkes, Indonesia kekurangan 150 ribu dokter umum, spesialis, dan dokter gigi,” jelasnya.
“Dan untuk itu, beliau ingin membuat fakultas baru, terutama di setiap provinsi harus ada fakultas kedokteran baru. Dan dalam hal ini, Pakistan sepakat untuk mendorong program tersebut,” sambung Teddy.
Prabowo langsung menuju Rusia setelah keluar dari Pakistan.
Prabowo memiliki pertemuan tiga jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia.
“Intinya, satu, Rusia ingin memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang pertanian, riset, teknologi, dan pertukaran transfer teknologi. Kemudian yang kedua, ada beberapa kesepakatan yang sangat penting yang diketahui oleh kedua pemimpin,” imbuh Teddy.






