Pada hari Minggu, 25 Januari 2026, pihak berwenang Meksiko mengungkapkan bahwa telah terjadi insiden penembakan yang dilakukan oleh sejumlah pelaku di sebuah lapangan sepak bola hingga menewaskan setidaknya 11 orang serta melukai 12 lainnya.
Berdasarkan sebuah unggahan di media sosial yang dikutip dari Arab News dalam laman Tempo.co, Cesar Prieto, selaku Wali Kota Salamanca, menyampaikan bahwa sejumlah orang yang menjadi pelaku insiden penembakan itu datang ketika berakhirnya pertandingan sepak bola.

Prieto menyatakan bahwa insiden penembakan ini merupakan salah satu bagian dari “gelombang kejahatan” yang tengah terjadi di kota tersebut.
Menanggapi hal tersebut, kantor kejaksaan negara bagian Guanajuato mengumumkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan proses investigasi serta berkoordinasi bersama dengan otoritas federal untuk memperketat keamanan di wilayah itu.
Menurut informasi statistik pembunuhan resmi, Guanajuato merupakan wilayah pusat industri yang telah mengalami perkembangan secara pesat serta tempat berdirinya sejumlah destinasi wisata populer.
Walaupun demikian, Guanajuato juga menjadi wilayah paling mematikan di Meksiko karena kerap kali terjadi perang antar geng.
“Sayangnya, ada kelompok kriminal yang mencoba menundukkan otoritas, sesuatu yang tidak akan mereka capai,” kata wali kota, dilansir dari Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, sebelumnya, pemerintah Meksiko sempat menyampaikan bahwa tingkat pembunuhan di negara itu telah mengalami penurunan pada tahun 2025, yakni sebesar 17,5 pembunuhan per 100.000 penduduk.
Tetapi, para analis telah memberikan peringatan bahwa jumlah ini kemungkinan tidak sepenuhnya menggambarkan tindakan kekerasan yang kini tengah berlangsung di negara tersebut.






