Zulkifli Hasan, selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara bakal dilibatkan dalam mengelola sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi lingkungan.
Zulhas menjelaskan bahwa keterlibatan Danantara di dalam proyek tersebut yakni untuk menggandeng investor sebagai mitra.

“Danantara bisa juga bisnis di situ sangat menguntungkan atau partner atau apa, paling kurang menyeleksi teknologi. Ini bisnis,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Graha Mandiri, Jakarta, Jumat, 11 April 2025, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari tempo.co, Zulhas mengatakan bahwa saat ini bisnis pengelolaan sampah saat tengah diminati oleh banyak investor dari sejumlah negara, meliputi Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, dan negara lain. “Ini bisnis yang banyak peminatnya,” kata dia, dalam laman tempo.co.
Sebelum dijalankannya proyek tersebut, Zulhas menyatakan bahwa pemerintah masih melakukan revisi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Lingkungan.
Dilaporkan bahwa revisi itu bakal memangkas perizinan pembangunan tempat pengelolaan sampah dengan teknologi incinerator di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Zulhas juga menambahkan bahwa selama ini, perizinan harus melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Bupati, Gubernur, sampai dengan tingkat kementerian terkait.
“Nanti Perpresnya tarifnya satu saja, soal kewajiban daerah dan pusat bisa diatur pemerintah,” kata dia, dikutip dari tempo.co.
Pandu Patria Sjahrir, selaku Chief Investment Officer (CIO) Danantara, sempat mengatakan bahwa saat ini terdapat sejumlah investor yang berasal dari Asia sampai Eropa yang tertarik di sektor pengelolaan sampah menjadi energi.
“Ada beberapa saya lihat tadi dari Singapura sudah ada. Dari Jepang sudah ada, dari Korea ada, dari Cina banyak, habis itu juga dari Eropa. Jadi bagus, sih,” kata Pandu usai Rapat Koordinasi Terbatas di Graha Mandiri, Jakarta, Jumat, 11 April 2025, dilansir dari tempo.co.








