Hasil autopsi yang dilakukan pada Senin (21/4), Dr. Donald Rinaldi dari Tim Forensik RSUD Bhayangkara Polda Banten menunjukkan bahwa korban Siti Amelia masih hidup dan dimutilasi.
Hasil histopatologi forensik korban menunjukkan tanda polimorfonuklear pada tungkai kaki kanan dan kiri.
“Awalnya kami tidak bisa memastikan, kemudian kita ambil sampel untuk pemeriksaan kulit, otot yang terkena potongan, memang tadi baru diperiksa pada tungkai (kaki) kanan dan kiri menandakan bahwa itu didapatkan akibat kekerasan tajam pada korban saat dia masih hidup,” kata Donald di RSUD Bhayangkara Polda Banten, Senin (21/4).
Dibakar Sambil Berdiri
Selain itu, Donald menyatakan bahwa timnya menemukan luka bakar di wajah dan bokong korban yang sudah terpisah. Dia menduga bahwa korban mungkin dibakar saat masih bernapas.
Donald mengatakan bahwa tim kepolisian menemukan potongan kepala dan kedua kaki korban tidak jauh dari lokasi penemuan tubuh korban pada Sabtu (19/4), tetapi potongan kedua tangan korban masih belum ditemukan hingga saat ini.
“Memang ada luka bakar di daerah bokong sama di daerah wajah. Cuma memastikan bahwa luka bakar itu apa pada saat masih hidup? Kami hanya menemukan jelaga pada tenggorokan, dari tenggorokan korban itu menandakan bahwa pada saat terbakar dia masih hidup, karena menghirup,” ungkapnya.
“Dan yang belum ketemu itu lengan kanan dan kiri, itu saja. Kepala dan tungkai atas, tungkai bawah kanan dan tungkai bawah kiri sudah ketemu,” imbuh Donald.

Disampaikan Donald, saat ditemukan kondisi jasad Siti Amelia sudah dalam keadaan membusuk dan dipenuhi belatung lantaran diperkirakan waktu kematiannya sudah hampir 5 hari sampai akhirnya ditemukan warga pada Jumat (18/4) lalu.
“Kalau dari kondisi Jumat malam, itu kurang lebih sekitar di bawah 5 hari, karena sudah ada belatung, mulai ada pembusukan. Jadi kami perkirakan itu sudah sekitar 5 hari (waktu kematiannya,” kata Donald.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pada Jumat (18/4) sore, seorang wanita berusia 19 tahun yang tinggal di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, ditemukan dalam keadaan mengenaskan di sebuah kebun di Kampung Ciberuk, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang.
Saat ditemukan, tubuh Siti Amelia dalam keadaan termutilasi, dengan kepalanya hilang dan kedua tangan dan kakinya tertutup oleh batang pohon pisang dan kayu.






