PLTS Terbesar di Grup Pertamina, Berkapasitas 2,5 MWp Resmi Diresmikan oleh Pertamina

Dengan bekerja sama dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina New and Renewable Energy (NRE), PT Pertamina mendukung transisi energi. (Sumber Foto : Dok. Humas Pertamina)
0 0
Read Time:2 Minute, 58 Second

Dengan bekerja sama dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina New and Renewable Energy (NRE), PT Pertamina mendukung transisi energi.

Di area Workshop dan Gedung New Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) KPI Kilang Balikpapan, kedua perusahaan meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap terbesar di lingkungan operasional Pertamina Group. PLTS atap ini memiliki kapasitas 2,5 megawatt peak (MWp).

Menurut Direktur Operasi KPI Didik Bahagia, PLTS atap merupakan contoh nyata kerja sama dan kolaborasi yang menghasilkan manfaat yang nyata bagi kedua belah pihak.

“Alhamdulillah, PLTS atap ini telah kami resmikan. Kami harus terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ketika semua pihak saling melakukan hal ini, kontribusi nyata dari setiap langkah akan semakin terasa,” katanya dalam siaran pers, Rabu (21/5/2025).

Di KPI Kilang Balikpapan, PLTS dipasang di atap tiga bangunan utama: gudang 1.635 kilowatt peak (kWp), workshop 744 kWp, dan Gedung New HSSE 138 kWp.

Dengan kapasitas total 2,5 MWp, ini merupakan instalasi PLTS atap terbesar yang pernah dibangun di lingkungan Kilang Pertamina. Ini memiliki kemampuan untuk mengurangi emisi Co2e sebesar 3.798 ton per tahun.

Didik juga menekankan bahwa efisiensi energi sangat penting untuk mengelola operasional kilang secara berkelanjutan. Saat ini, biaya energi merupakan pengeluaran kedua terbesar dan mencapai sekitar 4% hingga 5% dari biaya operasional keseluruhan.

Di KPI Kilang Balikpapan, PLTS dipasang di atap tiga bangunan utama: gudang 1.635 kilowatt peak (kWp), workshop 744 kWp, dan Gedung New HSSE 138 kWp. (Sumber Foto : Dok Humas Pertamina)

“Melalui langkah-langkah efisiensi dan pemanfaatan energi yang lebih efektif, kita tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga secara bertahap mengurangi beban biaya energi,” terangnya.

Selain KPI Kilang Balikpapan, Pertamina telah menjalankan PLTS di beberapa kilang lain, seperti Dumai 3,77 MWp, Plaju 2,25 MWp, Cilacap 2,34 MWp, dan Balongan 1,51 MWp.

Kapasitas total PLTS Pertamina NRE di wilayah Kilang KPI mencapai 12,37 MWp saat PLTS atap KPI beroperasi di Kilang Balikpapan.

PLTS juga menggunakan teknologi terbaru berbasis internet of things (IoT) untuk memantau dan mengontrol kegiatan operasional dari jarak jauh.

Metode pertumbuhan ganda

Norman Ginting, Direktur Proyek dan Operasi Pertamina NRE, menyatakan pada kesempatan yang sama bahwa sinergi KPI dan Pertamina NRE berjalan dengan baik.

Dalam hal ini, kedua perusahaan telah bekerja sama untuk menyediakan PLTS di hampir semua kilang yang menggunakan KPI.

Dia menyatakan bahwa strategi pertumbuhan ganda Pertamina diwakili oleh sinergi KPI dan Pertamina NRE.

Karena itu, KPI sangat penting untuk mengoptimalkan bisnis utama Pertamina, yaitu minyak dan gas bumi.

“Di sisi lain, Pertamina NRE membantu upaya penurunan emisi dari aktivitas operasional Pertamina melalui penyediaan energi hijau,” jelas Norman.

Kolaborasi antara KPI dan Pertamina NRE terjadi tidak hanya pada PLTS tetapi juga dalam proyek pemanfaatan flare gas to power. Proyek ini meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi sesuai dengan tujuan Net Zero Emission (NZE) dengan mengubah gas buang yang dihasilkan oleh operasi kilang menjadi tenaga listrik.

Menurut Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), salah satu tujuan perusahaan adalah mengembangkan energi hijau rendah karbon seperti panel surya.

Untuk mencapai hal ini, Pertamina terus meningkatkan inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Menurut Fadjar (scope 1), diharapkan pemanfaatan energi hijau akan meningkat untuk mendukung pencapaian dekarbonisasi Pertamina.

“Namun, pemanfaatan energi hijau diharapkan secara konkrit memberikan dampak yang baik bagi lingkungan dan mendukung target NZE Pemerintah Indonesia pada 2060,” jelasnya.

Sebagai perusahaan pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk mendukung target NZE 2060 dengan mendukung program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Semua upaya ini sejalan dengan penerapan kebijakan lingkungan, sosial, dan pemerintahan (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today