Untuk para wisatawan yang ingin berlibur ataupun berkunjung ke Amerika Serikat, penting agar mengetahui sejumlah informasi terkait pemberlakuan kebijakan baru perihal barang bawaan.
Transportation Security Administration (TSA) serta Federal Aviation Administration (FAA), diketahui telah melakukan penetapan terhadap tujuh jenis barang yang tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi di seluruh penerbangan.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Times of India, tujuh jenis barang yang tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi pesawat adalah baterai dengan lithium.
Sejumlah barang tersebut meliputi pengisi daya, casing pengisi daya baterai ponsel, baterai lithium-ion cadangan, baterai lithium-metal cadangan, baterai ponsel, baterai laptop, serta paket baterai eksternal dan pengisi ulang portabel.
Dilansir dari tempo.co, sejumlah barang yang di dalamnya terdapat kandungan baterai lithium ini memiliki potensi untuk mengakibatkan terjadinya kebakaran.
Khususnya pada saat dalam kondisi terlalu panas atau dikenal dengan istilah thermal runaway, hal tersebut dapat mengakibatkan kebakaran di dalam ruang kargo pesawat.
Sejumlah penyebab dari baterai terlalu panas, yakni kerusakan fisik, pengisian daya berlebih, paparan panas atau air, dan pengemasan yang buruk atau cacat produksi.
Dikabarkan bahwa pemberlakuan kebijakan ini menjadi salah satu antisipasi agar dapat mencegah terjadinya kebakaran di pesawat.
Diketahui bahwa terdapat sejumlah peristiwa kebakaran pesawat yang terjadi akibat baterai lithium. Pada awal tahun 2025, sebanyak tujuh penumpang mengalami luka setelah sebuah power bank yang berada di dalam Pesawat Air Busan 391 di Korea Selatan, terbakar.
Kemudian, pada bulan November 2024, penerbangan Southwest Airlines harus dievakuasi pada saat setelah terbakarnya sebuah ponsel di tengah penerbangan.
Oleh sebab itu, kini seluruh perangkat tersebut harus dikemas ke dalam bagasi kabin. “Saat tas jinjing diperiksa di pintu gerbang atau di sisi pesawat, semua baterai lithium dan bank daya cadangan harus dikeluarkan dari tas dan disimpan bersama penumpang di kabin pesawat. Terminal baterai harus dilindungi dari korsleting,” kata FAA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari NDTV.





