Joe Biden Janji Akan Berikan Jokowi 300 Triliun Rupiah

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Joe Biden di KTT G20 Bali. (Foto: Twitter.com/Jokowi)
0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan, pihaknya dan negara-negara maju tergabung dalam G7 berkomitmen untuk mendanai hingga US$ 20 miliar atau sekitar Rp 311 triliun (asumsi kurs Rp 15.564 per US$) untuk mempercepat pelaksanaan transisi energi di Indonesia.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa (15/11/2022), Biden mengatakan, komitmen US$ 20 miliar ini dalam rangka mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mendukung percepatan transisi energi melalui penghentian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.

Momen berjabat antara Presiden Jokowi dengan Presiden Joe Biden saat menghadiri acara KTT G20 di Bali. (Foto: Twitter.com/Jokowi)

“Kami dengan Indonesia dan Jepang bersama-sama menciptakan Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE). Bersama kita memobilisasi US$ 20 miliar dalam pengembangan EBT dan mendukung transisi energi untuk menjauhi batu bara. US$ 20 miliar ambisi institusi keuangan untuk transisi energi yang bisa dirasakan dampaknya untuk dunia,” tuturnya saat KTT G20 di Bali, Selasa (15/11/2022).

Biden mengatakan, ini juga bisa digunakan untuk mendorong proyek berbasis energi terbarukan seperti mendukung pengembangan kendaraan listrik dan teknologi.

“Ini juga bisa menciptakan lapangan kerja dan bisa berkontribusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim global,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Biden juga mengungkapkan bahwa G7 secara resmi meluncurkan pendanaan global untuk infrastruktur dengan mobilisasi pendanaan hingga US$ 600 miliar untuk lima tahun ke depan.

“Ini untuk pembangunan berkualitas, infrastruktur berkelanjutan, dan investasi rendah karbon untuk negara-negara berpenghasilan menengah (negara berkembang)”, tuturnya.

Presiden Joe Biden tengah menjelaskan terkait Presidensi G20 kepada Presiden Jokowi. (Foto: Twitter.com/Jokowi)

Kemarin, Senin (14/11/2022), Indonesia baru saja meluncurkan Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ETM ini ditujukan untuk mobilisasi dana dalam rangka percepatan transisi energi, salah satunya yaitu mempercepat pengakhiran masa operasional atau pensiunan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara.

Melaui ETM ini, Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan US$ 500 juta yang akan mendukung lebih dari US$ 4 miliar pembiayaan yang akan mengakselerasi pensiunannya pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 2 Giga Watt (GW). “Dengan pensiunannya PLTU Batu Bara, hasilnya? Emisi CO2 akan berkurang sekitar 50 juta ton pada 2030 dan 160 juta ton pada 2040”, terang Menteri keuangan Sri Mulyani. (Ukhti Muthi’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today