Fajar Riza Ul Haq, selaku Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Wamendikdasmen, memiliki harapan agar proses pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 dapat berjalan secara adil tanpa adanya praktik jual-beli kursi.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berharap agar pelaksanaan SPMB di seluruh satuan pendidikan bisa berjalan sesuai peraturan yang berlaku. Tidak ada lagi kecurangan, tidak ada lagi istilah jual-beli. Kita harus menerapkan prinsip adil untuk ke depannya,” kata Fajar dalam keterangan resmi, Rabu, 18 Juni 2025, dikutip dari tempo.co.

Dilansir dari tempo.co, Fajar mengungkapkan bahwa pelaksanaan SPMB pada tahun ini kembali diselenggarakan secara daring yang tersebar di sejumlah daerah.
Oleh sebab itu, Fajar menyatakan bahwa Kemendikdasmen ingin memastikan agar seluruh anak, tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun sosial, dapat memiliki akses yang sama pada pendidikan berkualitas.
“Tidak ada perbedaan di negara ini. Apapun latar belakang ekonomi dan sosialnya, semua anak tetap harus mendapatkan hak pendidikan,” ujarnya, dilansir dari tempo.co.
Fajar juga meminta kepada para kepala daerah agar dapat secara aktif terlibat dalam melakukan pengawalan proses seleksi yang tengah berlangsung di wilayahnya masing-masing.
“Kami memohon dukungan wali kota, bupati, dan para kepala daerah untuk bersinergi sesuai prinsip partisipasi semesta, guna mewujudkan pendidikan yang lebih baik dari hari ke hari,” tutur Fajar, dalam laman tempo.co.
Fajar juga diketahui ikut meminta kepada para orang tua agar dapat memperhatikan terkait jadwal pendaftaran supaya tidak panik serta terjebak informasi yang keliru.
“Untuk jenjang SMP dibuka pada 20 Juni. Waktunya masih ada. Informasi pendaftaran bisa diperoleh dari Dinas Pendidikan dan sekolah masing-masing,” katanya, dikutip dari tempo.co.






