Topan Danas menghantam wilayah selatan Taiwan pada Senin dini hari, menerjang pantai barat pulau tersebut—sebuah fenomena langka—dengan kecepatan angin tertinggi yang pernah tercatat. Dampaknya sangat luas: dua orang dilaporkan tewas dan lebih dari 330 mengalami cedera di kawasan padat penduduk, memaksa penutupan sekolah dan aktivitas bisnis.

Badan Meteorologi Taiwan menempatkan Danas pada kategori kedua saat mengenai wilayah Chiayi, dan mencatat kecepatan angin mencapai sekitar 220 km/jam di Kabupaten Yunlin. Angin dan hujan ekstrem menyebabkan lebih dari setengah juta rumah mengalami pemadaman listrik dan ratusan penerbangan baik domestik maupun internasional dibatalkan . Jalur kereta cepat masih beroperasi meski dengan layanan terbatas .
Korban jiwa berasal dari kota Tainan. Satu orang meninggal akibat pohon tumbang saat berkendara, sementara satu orang lainnya, yang menggunakan alat bantu pernapasan, meninggal ketika listrik padam. Sementara itu, tepatnya 334 orang dilaporkan luka-luka dan sekitar 2.270 kejadian darurat telah dicatat, termasuk pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur.

Topan Danas kemudian melemah menjadi badai tropis saat memasuki Perairan Taiwan, namun tetap membawa hujan deras dan angin kuat. Wilayah pegunungan di selatan seperti Kaohsiung dan Pingtung menghadapi hujan lokal yang sangat deras, sementara beberapa daerah di timur dan utara Pulau Besar Taiwan juga dijatuhi peringatan banjir dan tanah longsor. Curah hujan tertinggi tercatat di Majia (Pingtung) sebesar 288 mm dan di Sinsing (Kaohsiung) sebesar 214,5 mm.

Dalam konferensi pers, Presiden Lai Ching-te menyatakan jalur Danas sangat tidak lazim dan semua warga harus segera siaga. Setidaknya, peringatan darurat di daratan kemungkinan dicabut pada Senin sore, sedangkan peringatan laut mungkin baru berlalu pada malam hari.
Seusai melewati Taiwan, puncak intensitas Danas diproyeksikan akan menghantam wilayah timur Tiongkok tengah pekan ini. Pemerintah provinsi Zhejiang bahkan telah menaikkan status siaga darurat, menghentikan rute feri dan sejumlah proyek konstruksi sebagai langkah pencegahan .






