Virtual Private Network atau yang biasa dikenal dengan sebutan VPN adalah sebuah teknologi yang biasanya digunakan oleh sebagian besar masyarakat dunia untuk menjaga privasi ketika tengah menjelajahi Internet.
Diketahui bahwa VPN juga kerap kali diaktifkan ketika hendak mengakses sebuah situs yang tengah diblokir ataupun dibatasi aksesnya.
Banyak pengguna yang biasanya tergiur terhadap penggunaan VPN gratis dikarenakan tidak memerlukan pembayaran biaya berlangganan.

Padahal, dengan menggunakan layanan VPN gratis, dapat memberikan risiko besar yang bisa mengancam keamanan data serta privasi dari para pengguna.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari sejumlah sumber dalam laman Tempo.co, terdapat beberapa bahaya yang berkaitan dengan penggunaan layanan VPN gratis.
- Risiko malware dan spyware
Dilaporkan bahwa terdapat beberapa layanan VPN gratis yang telah dimasuki oleh malware ataupun spyware, yang nantinya dapat menembus perangkat para pengguna. Bukannya memberikan perlindungan, namun VPN itu malah memicu ancaman dikarenakan dapat mencuri sejumlah data sensitif, meliputi di antaranya adalah kata sandi serta informasi keuangan.
Berdasarkan sebuah penelitian dengan judul An Analysis of the Privacy and Security Risks of Android VPN Permission-enabled Apps yang dilakukan oleh Telkomsel, mengemukakan bahwa dari 283 sampel VPN yang telah diteliti, sebanyak 38 persen memiliki malware di dalamnya.
- Kebocoran data pribadi
Kerap kali, layanan VPN gratis tidak dilengkapi dengan sistem keamanan yang kuat di dalamnya. Hal tersebut dapat mengakibatkan bocornya sejumlah informasi sensitif, seperti data pribadi, alamat IP, lokasi, hingga aktivitas browsing.
Dilansir dari Tempo.co, menurut informasi yang dirilis oleh situs Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi Dan Informatika, diketahui bahwa sejumlah data sensitif seperti informasi login, detail perbankan, serta berbagai data lainnya dapat diambil oleh para peretas.
- Koneksi internet menjadi lambat
Umumnya, server dari layanan VPN gratis digunakan oleh banyak orang sekaligus, yang di mana dapat mengakibatkan sejumlah gangguan koneksi seperti menjadi lambat, tidak stabil, hingga sering putus. Bukannya memperoleh koneksi yang lancar ketika tengah menjelajahi internet, namun malah terganggu.






