Pada hari Selasa, 25 November 2025, tim SAR secara resmi telah memberhentikan proses pencarian serta penyelamatan korban longsor di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.
Dilansir dari Tempo.co, operasi pencarian serta penyelamatan korban terdampak tanah longsor di wilayah Banjarnegara diketahui telah dilaksanakan sejak terjadinya bencana tersebut pada tanggal 16 November 2025.

“Operasi SAR telah dihentikan pada hari ke-10, sesuai dengan kesepakatan rapat antara Basarnas dan keluarga korban,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah Bergas Catursari Penanggungan, hari Rabu, 26 November 2025, dikutip dari Tempo.co.
Selama berlangsungnya proses pencarian serta penyelamatan, tim SAR telah menemukan sebanyak 17 korban dalam keadaan meninggal. “11 korban belum ditemukan,” ujar dia, dalam laman Tempo.co.
Berdasarkan data yang telah dicatat oleh BPBD Jawa Tengah, peristiwa bencana tanah longsor ini telah menghancurkan setidaknya 48 rumah, dan memaksa sebanyak 1.019 warga untuk mengungsi di lima titik pengungsian.
Mengutip Tempo.co, saat ini, tempat tinggal sementara untuk para korban terdampak bencana tersebut sedang dalam proses pembangunan.
“Proses bangun rangka, rencana pembangunan 50 unit, lahan yang ada 28 unit, butuh land clearing untuk 22 lainnya, Akses jalan menuju lokasi sedang dibuat,” sebutnya, dinukil dari Tempo.co.
Rencananya, proses pembangunan tempat tinggal sementara untuk para korban terdampak tanah longsor di wilayah tersebut bakal selesai pada pertengahan bulan Desember 2025 mendatang.








