Pada hari Kamis, 4 Desember 2025, Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan 100.000 butir telur asin untuk memenuhi kebutuhan makanan para penyintas yang masih berada di lokasi pengungsian di Sumatera dan Aceh.
Kamis, 12 April 2025, gelombang pertama pengiriman memulai dengan 10.000 butir telur asin dari sentra produksi UMKM Telur Asin di Brebes, Jawa Tengah.
Bantuan dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta ke Lanud Suwondo di Medan dengan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.
“Lalu diteruskan melalui jalur darat oleh armada operasional PMI Provinsi Sumatera Utara menuju titik-titik pengungsian di Aceh Tamiang, salah satu wilayah terdampak yang hampir sepekan tidak menerima bantuan akibat akses darat terputus,” kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, dalam keterangan tertulis, Kamis.
Menurut JK, PMI menunjuk Sudirman Said sebagai Koordinator Pengiriman Telur Asin PMI untuk memastikan distribusi berjalan dengan baik. Sudirman Said ditunjuk sebagai Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat.
Dia menyatakan bahwa penunjukan ini dilakukan untuk memastikan proses pengadaan, pengemasan, dan distribusi dari Brebes cepat dan terorganisir dengan baik, karena Sudirman Said memahami kondisi daerah dan jaringan UMKM lokal.
“Gelombang bantuan hari ini merupakan donasi awal dari UMKM Telur Asin Brebes. Untuk pengiriman berikutnya, PMI Pusat bersama PMI Kabupaten Brebes dan Tegal akan membeli seluruh produksi telur asin dari UMKM setempat guna memastikan pasokan tetap tersedia selama masa tanggap darurat,” ujar JK.
Ia berterima kasih kepada para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telur asin di Brebes yang telah memberikan bantuan sepenuhnya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengusaha UMKM telur asin di Brebes yang bersedia memberikan harga khusus kepada PMI, bahkan setengah dari harga jual. Kebaikan ini sangat berarti dalam mempercepat penyaluran bantuan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit akibat banjir di Sumatera dan Aceh,” ujar dia.
Jusuf Kalla juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah berpartisipasi dalam upaya kemanusiaan ini.

“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak mulai dari TNI AU, BNPB, pemerintah daerah, relawan PMI, hingga masyarakat luas yang telah membantu meringankan beban para korban banjir. Kerja sama ini membuktikan bahwa solidaritas kemanusiaan selalu menjadi kekuatan bangsa kita,” ucap dia.
Jumlah korban banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah meningkat menjadi 770 orang pada 3 Desember 2025 sore, menurut data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Secara total korban meninggal yang tervalidasi 770 jiwa dan korban hilang yang masih dalam pencarian 463 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam jumpa pers virtual, Rabu (3/12/2025).
Per hari ini, ada 277 korban meninggal di Aceh, 299 di Sumatera Utara, dan 194 di Sumatera Barat.
Korban hilang terdiri dari 193 orang di Aceh, 159 orang di Sumatera Utara, dan 111 orang di Sumatera Barat.
Data Pusdatin BNPB juga menunjukkan jumlah kerusakan rumah tangga di tiga provinsi tersebut.
“3.300 rumah rusak berat, 2.100 rumah rusak ringan, dan 4.900 rusak ringan,” tulis data tersebut.
Selanjutnya, banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan kerusakan pada banyak fasilitas umum, termasuk sekolah dan tempat ibadah.
“Jembatan 45,48 persen mengalami kerusakan, fasilitas ibadah 20,21 persen, fasilitas pendidikan 32,92 persen, dan fasilitas kesehatan 1,38 persen,” tulis data Pusdatin BNPB.
Namun, jumlah orang yang terkena dampak mencapai 1,6 juta di Sumatera Utara, 1,5 juta di Aceh, dan 140.500 di Sumatera Barat.
Akibatnya, populasi total 3,2 juta orang tinggal di tiga provinsi yang terkena dampak bencana, yang tersebar di 50 kabupaten.








