Kembali Alami Erupsi, Gunung Marapi Muntahkan Kolom Abu Vulkanik Setinggi 1,6 Km

Pada hari Rabu, Gunung Marapi di Sumatera Barat, telah kembali mengalami erupsi. (Source: PVMBG)
0 0
Read Time:1 Minute, 25 Second

Pada hari Rabu, 14 Januari 2026, tepatnya sekitar pukul 09.36 WIB, Gunung Marapi yang lokasinya berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dikabarkan telah mengalami peristiwa erupsi.

Dalam letusannya kali ini, Gunung Marapi dilaporkan telah mengeluarkan abu vulkanik dengan kolom ketinggian yang mencapai hingga 1.600 meter dari atas puncak.

Dalam letusannya kali ini, Gunung Marapi muntahkan abu vulkanik dengan kolom setinggi 1.600 meter. (Source: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut,” ucap laporan seorang petugas Pos Pengamatan Gunung Api atau PGA Marapi, Ahmad Rifandi, setelah kejadian berlangsung, dikutip dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, letusan ini juga menyebabkan getaran dengan amplitudo maksimum sebesar 28,6 milimeter selama 31 detik.

Dilaporkan bahwa saat ini Gunung Marapi adalah gunung api paling aktif yang berada di Pulau Sumatera, yang mana sejak dua minggu terakhir, gunung ini telah mengalami erupsi sebanyak lima kali.

Gunung Marapi diketahui merupakan sebuah gunung api dengan tipe complex volcano, yang di mana gunung ini memiliki sistem vulkanik besar yang tercipta akibat gabungan dari berbagai struktur vulkanik, meliputi kerucut berlapis atau stratovolcano, kerucut samping, kaldera, serta kubah lava.

Mengutip Tempo.co, Lana Saria, selaku Kepala Badan Geologi, menyatakan bahwa saat ini gunung tersebut tengah berada pada status Level II atau Waspada.

Lana mengimbau kepada masyarakat maupun pendaki yang posisinya tengah berada di sekitar Gunung Marapi agar tidak memasuki kawasan dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi.

“Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” ujar Lana, dinukil dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today