Sejarah: 2.280 Ton Beras Nusantara Dikirim ke Arab Saudi oleh Kemenhaj

Kementerian Haji dan Umrah mengekspor beras Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. (Sumber Foto : Dok Humas Bulog)
0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

Untuk memenuhi kebutuhan beras jemaah haji Indonesia hingga 2026, Kementerian Haji dan Umrah mengekspor beras Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi, mencetak sejarah baru.

Menurut keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas), ekspor dilaksanakan oleh Perum Bulog sebagai pelaksana teknis.

“Ini menjadi pecah telur setelah bertahun-tahun penantian agar beras Indonesia dapat digunakan untuk konsumsi jemaah haji di Arab Saudi,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj Jaenal Effendi, dalam keterangan pers, Kamis (5/3/2026).

Pengiriman dilakukan oleh pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik dan keamanan logistik. (Sumber Foto : Istimewa)

Dengan menggunakan produk dalam negeri dan mempromosikan beras Indonesia di pasar global, kemenhaj berusaha memastikan konsumsi jemaah haji tahun 1447 Hijriah.

“Volume ekspor disesuaikan dengan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini yang mencapai sekitar 205.420 mencakup jemaah haji reguler dan petugas,” ucap Jaenal.

Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Bulog, beras yang diekspor adalah beras baru yang dihasilkan dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Empat tempat melakukan proses pengolahan: pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, dan pabrik Bulog di Karawang dan Subang.

“Beras yang dikirim memiliki kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi Bulog,” ujar Ahmad.

Stok beras nasional mencapai rekor tertinggi 3,7 juta ton pada Maret 2026. Tiga jalur pelayaran Hyundai, Wan Hai, dan True City diproyeksikan untuk mengirimkan beras ke Jeddah pada 7 Maret 2026.

Pengiriman dilakukan oleh pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik dan keamanan logistik.

Diharapkan ekspor beras jemaah haji ini akan menjadi model untuk integrasi layanan haji dan penguatan produk nasional. Selain itu, ini akan membuka pintu untuk ekspor komersial di masa mendatang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today