Pada hari Senin, 9 Maret 2026, telah terjadi sebuah insiden erupsi gunung berapi yang kembali dialami oleh Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat.
Dalam peristiwa erupsi kali ini, Gunung Marapi dikabarkan telah memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian kolom yang diperkirakan mencapai hingga 1.600 meter di atas puncak.

Mengutip Tempo.co, Bilal Allegra Munbaits, selaku petugas Pos Pengamatan Gunung Api atau PGA Gunung Marapi, mengungkapkan bahwa kolom abu tebal terlihat bergerak ke arah timur.
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar 33 detik,” kata Bilal melalui keterangan tertulis, hari Senin, 9 Maret 2026, dilansir dari Tempo.co.
Berdasarkan laporan data pengamatan, ketinggian kolom abu vulkanik dalam erupsi Gunung Marapi kali ini diperkirakan mencapai hingga 4.491 meter di atas permukaan laut atau 1.600 meter di atas puncak.
Bilal menyampaikan bahwa status aktivitas Gunung Marapi saat ini dilaporkan masih berada di Level II (Waspada).
Menanggapi insiden erupsi Gunung Marapi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG telah memberikan imbauan kepada masyarakat, pendaki, hingga wisatawan yang tengah berada di sekitar lokasi untuk tidak mendekati area Kawah Verbeek dalam jarak tiga kilometer.
Dinukil dari Tempo.co, kemudian PVMBG juga meminta kepada seluruh warga yang tinggal di sekitar kawasan lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi untuk tetap waspada terkait potensi terjadinya banjir lahar.
Lalu, masyarakat setempat juga disarankan untuk memakai masker apabila terjadi peristiwa hujan abu agar dapat terhindar dari gangguan pernapasan.






