Dikabarkan bahwa sampai saat ini, masih terdapat dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di wilayah Teluk Persia sejak ditutupnya Selat Hormuz pada tanggal 28 Februari 2026 lalu oleh Iran.
Vega Pita, selaku Pelaksana tugas Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, mengungkapkan bahwa dari total empat kapal Pertamina yang berada di wilayah Timur Tengah, dua kapal di antaranya, yakni PIS Rinjani serta PIS Paragon, dilaporkan telah pergi meninggalkan area tersebut.

“Kapal yang masih berada di kawasan tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya berada di Teluk Arab dan menunggu kondisi aman untuk keluar melalui Selat Hormuz,” kata Vega dalam keterangan tertulis, hari Selasa, 10 Maret 2026, dikutip dari Tempo.co.
Dilansir dari Tempo.co, VLCC Pertamina Pride dikabarkan tengah menjalani misi pengangkutan minyak mentah berjenis light crude oil yang bakal digunakan untuk memenuhi persediaan energi di Indonesia.
Dalam kasus ini, Pertamina memastikan bahwa rantai pasok energi tetap beroperasi, walaupun beberapa armada milik perusahaan masih terjebak dalam konflik yang tengah berlangsung di wilayah itu.
Vega menyampaikan bahwa sampai saat ini perusahaannya terus melakukan koordinasi bersama dengan pemerintah agar dapat memastikan pengiriman energi tetap terjaga.
Dilaporkan bahwa ketika tengah dihadapkan dengan situasi yang tidak menentu, Pertamina bakal memberlakukan skema pengelolaan rantai pasok yang dikenal dengan sebutan Regular, Alternative and Emergency.
Skema tersebut bertujuan untuk menetapkan jalur pengiriman energi yang paling efektif dan juga kondisinya aman dilalui oleh armada serta kru kapal.
Mengutip Tempo.co, Vega menjelaskan bahwa hingga kini perusahaan terus melakukan koordinasi bersama dengan pihak otoritas maritim dan pihak berwenang setempat untuk memastikan keselamatan kru serta keamanan muatan yang tengah diangkut oleh armadanya itu.
“Pemantauan posisi armada, kru, dan pekerja kami dilakukan secara intensif setiap saat,” kata Vega, dalam laman Tempo.co.






