Prabowo Menginstruksikan Pembentukan PLTS 100 GW untuk Percepat Transisi Energi

Prabowo Subianto meminta percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100. (Sumber Foto : Dok Youtube Sekretariat Presiden)
0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) untuk mendukung program elektrifikasi dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato arahan pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu (11/3/2026).

Ia menyatakan bahwa pembangunan PLTS skala besar tersebut telah diputuskan oleh pemerintah dan harus dimulai secepat mungkin.

“Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya,” ujarnya.

Prabowo menyatakan bahwa pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW akan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu mengembangkan energi bersih dengan cepat dan efisien.

“Kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini,” tegasnya.

Prabowo juga menyatakan bahwa keadaan global yang penuh dengan ketidakpastian dan krisis dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempercepat kemandirian dalam berbagai bidang, seperti pangan dan energi.

Dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah juga telah merencanakan berbagai inisiatif untuk mencapai swasembada energi dan pangan.

Dia menyatakan bahwa sebagian dari tujuan swasembada pangan telah tercapai, dan dalam empat tahun mendatang, dia menargetkan kemandirian energi.

“Kita sudah punya niat swasembada energi yang rencana kita yakin tercapai dalam empat tahun lagi. Tapi ini memaksa kita akselerasi. Kita harus percepat. Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bahwa kita bisa atasi masalah ini,” ungkapnya.

Dia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk sumber energi dan bahan bakar alternatif, seperti singkong, jagung, kelapa sawit, dan tebu yang dapat diproses menjadi bahan bakar.

Selain itu, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar dan geothermal.

“Juga kita punya geothermal yang sangat besar, kalau tidak salah kedua cadangan terbesar di dunia yang belum dieksploitasi sepenuhnya,” ujarnya.

PLTS telah digunakan di sekolah dan desa sebelumnya

Prabowo meminta agar PLTS berkapasitas 100 GW dimulai segera, menurut Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Indonesia mampu mengembangkan energi bersih dengan cepat dan efisien. (Sumber Foto : Dok Bakom RI)

Arahan diberikan setelah satuan tugas percepatan transisi energi dibentuk, dan Bahlil ditunjuk sebagai ketuanya.

Untuk mempercepat penyediaan listrik di pulau-pulau terpencil, penggunaan PLTS akan menjadi prioritas utama.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan energi dan memperluas akses pelayanan energi ke wilayah yang sulit dijangkau.

Bahlil juga menyatakan bahwa pembentukan satgas merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan transisi energi dan mengurangi subsidi.

“Dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (8/3/2026).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today