TNI menemukan ratusan batang ganja di dua tempat di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
TNI menyatakan bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM), juga dikenal sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), terlibat dalam budidaya tanaman yang dilarang.
Mulai dengan Laporan Warga
Pengungkapan ladang ganja ini dimulai dengan kecurigaan warga Desa Ngutok, Distrik Oksibil, tentang aktivitas ilegal di hutan di sekitar rumah mereka. Dilaporkan bahwa personel Satgas TNI melakukan penyisiran menyeluruh di wilayah perhutanan.

Operasi penyisiran ini dipimpin langsung oleh Letjen TNI Lucky Avianto, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan), didampingi oleh beberapa pejabat penting TNI, seperti Asintel Brigjen TNI BM Tanjung, Asops Brigjen TNI Patar Sitorus, dan Askomlek Laksma TNI Syahrial.
“Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
216 Batang Ganja Ditemukan di Dua Lokasi Berbeda
Petugas menemukan 216 batang ganja siap panen selama penyisiran di dua lokasi. Lokasi Pertama (di sekitar Desa Ngutok): Aparat menemukan 55 batang ganja setinggi 1,5 meter.
Tidak jauh dari sana, delapan puluh batang ganja ditemukan kembali di berbagai wilayah hutan. Lokasi Kedua (Desa Esipding, Distrik Serambakon): Tentara memperluas penyisiran dan menemukan 81 batang ganja tingginya 2 meter.
TNI juga menangkap dua tersangka, LU dan CU, bersama dengan barang bukti pohon ganja. Keduanya dibawa ke Polsek terdekat untuk diadili.
Ketika berbicara tentang seruan OPM
Sebuah pernyataan terbuka dari juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang sebelumnya disebut-sebut meminta anggotanya untuk menanam ganja di Papua, membuat spekulasi bahwa OPM terlibat dalam bisnis narkoba ini.
Lejen TNI Lucky Avianto sangat menyesali tindakan kelompok tersebut, yang akan merusak masa depan generasi muda Papua saat para ibu (mama-mama Papua) berusaha mencegah anak-anak mereka terjebak dalam narkoba.
“Sungguh miris dan ironis. Di saat mama-mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka dari narkoba di tanah kelahirannya, KKB/TPNPB-OPM justru menanam racun di tanah yang sama,” tegas Lucky pada Jumat (8/5/2026).
Ia juga menyatakan bahwa temuan ini hanyalah sebagian kecil dari fenomena yang lebih luas yang terjadi di pedalaman Papua.
Komitmen untuk Memerangi Narkoba
TNI melihat operasi ini sebagai upaya kemanusiaan untuk menyelamatkan masa depan negara, bukan hanya operasi keamanan, menurut Letjen Lucky, perang melawan narkoba membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
“Narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman bagi masa depan bangsa dan ketahanan nasional. Saya yakin temuan ini hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar, mengingat ada indikasi kuat ladang-ladang ganja serupa tersebar di pedalaman Papua,” pungkasnya.





