Pada hari Selasa, 12 Mei 2026, status Gunung Lewotobi Laki-laki telah dinaikkan oleh pihak Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menjadi Level III (Siaga) dari sebelumnya yang berada di Level II (Waspada).
Dilaporkan bahwa perubahan status gunung berapi yang lokasinya terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, dilakukan usai adanya peningkatan pada aktivitas gempa vulkanik yang telah berlangsung akhir-akhir ini.

Mengutip Tempo.co, Lana Saria, selaku Plt. Kepala Badan Geologi, mengungkapkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki telah mengalami peningkatan aktivitas gempa vulkanik dalam yang cukup signifikan sejak awal bulan Mei 2026.
Dikabarkan bahwa per harinya, peristiwa gempa vulkanik dalam yang berlangsung di tubuh gunung berapi itu bisa mencapai sebanyak 21 hingga 23 kali.
“Peningkatan gempa vulkanik dalam ini mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api,” ucap Lana melalui keterangannya, hari Selasa, 12 Mei 2026, dilansir dari Tempo.co.
Lana menyampaikan bahwa puncak peningkatan gempa vulkanik dalam di gunung tersebut terjadi pada awal bulan Mei 2026, yang mana sejak saat itu aktivitas kegempaan mulai mengalami penurunan secara bertahap.
Walaupun demikian, Lana menyebut bahwa penurunan itu masih berada di atas kondisi normal, yang mana hal tersebut memperlihatkan adanya proses isi ulang magma yang masih terjadi.
“Selain gempa vulkanik dalam, aktivitas gempa tremor nonharmonik tetap terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten pada periode ini dengan kisaran 17-27 kejadian per hari,” ujar Lana, dalam laman Tempo.co.
Berdasarkan data deformasi yang tercatat dalam tiltmeter Wolorona atau WLR2, menunjukkan adanya tanda-tanda inflasi akibat penumpukan tekanan yang tengah berlangsung di dalam tubuh gunung api itu.
Lana telah meminta kepada masyarakat maupun para pengunjung yang tengah berada di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki untuk tidak melakukan aktivitas dalam jarak lima kilometer dari pusat erupsi.
Dinukil dari Tempo.co, Lana juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat setempat untuk selalu waspada akan adanya potensi banjir lahar pada saat hujan lebat.
Imbauan ini berlaku hususnya untuk sejumlah daerah di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, meliputi Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, serta Nurabelen.





