Laporan kasus hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius baru-baru ini menghidupkan kembali ingatan orang-orang tentang wabah hantavirus yang sama yang terjadi pada tahun 2012 di Taman Nasional Yosemite di California, Amerika Serikat.
Dokter Shiv Sudhakar, seorang spesialis penyakit menular yang langsung menangani pasien selama wabah Yosemite, berbicara tentang bahaya hantavirus dan berbagai kesalahpahaman yang muncul di masyarakat.
Berdasarkan pengalamannya merawat pasien kritis 14 tahun sebelumnya, Sudhakar menekankan bahwa kewaspadaan terhadap gejala hantavirus sangat penting, terutama di tempat tertutup seperti kapal pesiar.
Menurut Shiv Sudhakar, yang dikutip dari Today, berikut adalah lima hal penting yang sering disalahpahami masyarakat tentang hantavirus:
Penularan hantavirus antarmanusia sangat jarang, kecuali jenis tertentu
Secara umum, penularan hantavirus terjadi melalui inhalasi (menghirup) virus yang terkandung dalam kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. Aktivitas seperti menyapu atau membersihkan area yang menjadi sarang tikus dapat menjadi pemicu utama.
Namun, Sudhakar menyoroti pengecualian pada kasus di kapal pesiar Hondius. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jenis hantavirus yang
Secara umum, hantavirus ditularkan dengan menghirup virus dalam kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Aktivitas seperti menyapu atau membersihkan sarang tikus dapat menjadi pemicu utama.
Namun, Sudhakar menekankan bahwa kasus di kapal pesiar Hondius adalah pengecualian. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), strain yang terlibat adalah Andes.
“Strain Andes adalah satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia,” ujar Sudhakar.
Penularan hantavirus dapat terjadi melalui kontak dekat dan berkepanjangan dengan cairan tubuh seseorang yang terinfeksi, seperti berbagi tempat tidur di ruang kecil seperti kabin kapal pesiar. Infeksi hantavirus paru-paru (HPS) adalah yang paling umum, dan kedua jenis gejalanya berbeda.
Gejala terdiri dari dua kategori
Gejala hantavirus dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi infeksi. Dokter Sudhakar membaginya menjadi dua kelompok utama.
Pertama, sindrom paru-paru hantavirus (HPS). Di Amerika Utara dan Selatan, infeksi ini sangat umum. Penyakit ini mempengaruhi paru-paru. Kelelahan, demam, dan nyeri otot merupakan tanda fase awal.

Namun, pasien akan mengalami sesak napas parah dan penumpukan cairan di paru-paru empat hingga sepuluh hari kemudian. Tingkat kematian akibat HPS adalah sekitar 38%.
Kedua, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Infeksi ini lebih umum di Eropa, Asia, dan Rusia, dan memiliki gejala utama pendarahan internal dan kerusakan ginjal akut.
Sakit kepala hebat, nyeri punggung, wajah memerah, hingga gagal ginjal. Ini adalah masalah utama dalam menangani wabah hantavirus karena gejala awalnya tidak spesifik. Banyak pasien mengira mereka hanya tertular hantavirus. Inflasi ini meningkat di Eropa, Asia, dan Rusia.
Sakit kepala hebat, nyeri punggung, wajah memerah, hingga gagal ginjal adalah gejala utamanya, yang meliputi pendarahan internal dan kerusakan ginjal akut.
Diagnosis antavirus sangat sulit
Salah satu masalah terbesar dalam menangani wabah hantavirus adalah gejalanya yang tidak spesifik pada tahap awal. Banyak pasien mengira mereka hanya terkena flu biasa.
Selain itu, kelangkaan penyakit ini menyebabkan banyak tenaga medis belum menemukannya secara langsung.
“Karena penyakit ini sangat jarang terjadi, jarang sekali terlintas di benak klinisi saat menentukan kemungkinan diagnosis tipikal,” ujar Sudhakar.
Ia menyarankan agar pasien selalu memberi tahu dokter tentang riwayat perjalanan mereka atau paparan terhadap hewan pengerat, apa pun kemungkinannya. Lingkungan kapal pesiar yang padat dan semi-tertutup berfungsi sebagai “cawan petri” untuk berbagai infeksi saluran pernapasan dan pencernaan. Sudhakar menyarankan beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi risiko saat berwisata: mencuci tangan dengan sabun setelah daur ulang.
Kapal pesiar menjadi tempat yang sangat rentan
Berbagai jenis infeksi saluran pernapasan dan pencernaan muncul sebagai akibat dari lingkungan kapal pesiar yang padat dan semi-tertutup.
Untuk mengurangi risiko saat bepergian, Sudhakar menyarankan beberapa tindakan pencegahan berikut:
- Mencuci tangan dengan sabun setiap kali Anda keluar dari kamar mandi.
- Melakukan pemeriksaan medis sebelum berangkat, terutama bagi orang yang menderita penyakit kronis.
- Pastikan bahwa vaksinasi telah diperbarui sesuai dengan lokasi tujuan.
- Memiliki asuransi perjalanan yang mencakup pengembalian medis.
Pengobatan rumit dan memerlukan fasilitas canggih
Perawatan hantavirus berfokus pada dukungan hidup intensif (ICU), dan hingga saat ini belum ada pengobatan spesifik atau vaksin hantavirus yang tersedia secara luas.
Dokter Sudhakar mengungkapkan betapa buruknya kondisi pasien yang ia tangani pada tahun 2012. Saat pasien berhenti bernapas, ventilator harus dipasang segera.
Mereka tetap menggunakan ECMO (Extracorporeal Membrane Oxygenation) mesin bahkan dalam kasus di mana ventilator tidak cukup.
“Mesin ECMO mengambil alih fungsi jantung dan paru-paru untuk tubuh,” jelasnya.
Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari fasilitas kesehatan yang memiliki peralatan lengkap seperti ventilator dan layanan perawatan intensif yang memadai jika seseorang dicurigai terkena hantavirus.





