Lima Orang yang Terlibat Kasus Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar Berhasil Dibekuk Polisi

Lima orang yang terlibat kasus dugaan eksploitasi serta prostitusi anak di Jakbar berhasil dibekuk polisi. (Source: ANTARA/HO-Polres Jakbar)
0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

Baru-baru ini, terdapat lima orang tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan eksploitasi serta prostitusi anak di sebuah karaoke dan bar yang berhasil dibekuk oleh pihak Polres Metro Jakarta Barat.

Dilaporkan bahwa lima orang tersangka itu dibekuk oleh pihak kepolisian di dalam sebuah karaoke dan bar yang lokasinya berada di kawasan Jalan Daan Mogot, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pihak kepolisian juga berhasil mendapati belasan perempuan yang diduga jadi korban eksploitasi seksual. (Source: Ilustrasi/WahanaNews.co)

“Ada LC (lady companion), ada mucikari, dan ada kasir. Saat ini, kami sudah menahan lima orang tersangka,” kata Komisaris Nunu Suparmi, selaku Kasatres PPA-PPO Polres Metro Jakarta Barat, melalui keterangannya, hari Sabtu, 16 Mei 2026, dilansir dari Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, Nunu mengungkapkan bahwa ketika melaksanakan aksi penggerebekan di lokasi tersebut, pihaknya berhasil mendapati belasan perempuan yang diduga merupakan korban eksploitasi seksual.

Sejumlah perempuan tersebut melakukan tindakan prostitusi yang berkamuflase sebagai layanan karaoke serta pendamping hiburan malam.

Dikabarkan bahwa dari sejumlah perempuan yang berhasil didapati oleh pihak kepolisian, dua korban di antaranya adalah anak-anak di bawah umur yang memiliki usia 16 serta 17 tahun.

Pada saat setelah dilakukannya proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa kedua anak itu berasal dari wilayah Lampung serta Bogor.

Nunu menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah membawa dua anak tersebut menuju ke tempat yang aman untuk memperoleh perlindungan maupun pendampingan.

“Para korban ini rata-rata sudah bekerja selama dua sampai tiga tahun,” ungkap Nunu, dalam laman Tempo.co.

Dinukil dari Tempo.co, Nunu menjelaskan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam proses investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Proses investigasi ini dilakukan agar pihak kepolisian dapat mengetahui sejumlah pihak yang turut terlibat dalam pengelolaan maupun tindakan eksploitasi di tempat itu.

“Saat ini, kami masih melakukan proses penyidikan dan pengembangan untuk mencari tersangka lain,” ucap Nunu, dikutip dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today