Mendagri Tito Arahkan PIKI Untuk Mengambil Peran Strategis Dalam Menciptakan Indonesia Emas 2045

Para intelektual memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan ide-ide baru yang dapat memaksimalkan potensi bangsa. (Sumber Foto : Dok. Kemendagri)
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri, meminta Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk memainkan peran strategis dalam mendukung mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045. Ia berpendapat bahwa para intelektual memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan ide-ide baru yang dapat memaksimalkan potensi bangsa.

Ini disampaikan oleh Mendagri Tito saat menghadiri acara Pelantikan dan Serah Terima Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI Masa Bakti 2026–2031 di Gereja Paulus Jakarta pada hari Sabtu, 30 Mei 2026.

Dalam sambutannya, ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju pada 2045. Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah keunggulan yang dimiliki Indonesia. Ini mulai dari kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, hingga letak geografis yang strategis. “Saya termasuk posisi yang confident bahwa itu bisa terjadi,” ujarnya.

Ketua Umum DPP PIKI masa bakti 2026–2031, dan Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, hadir. (Sumber Foto : Dok.Kemendagri)

Ia mengatakan bahwa sejumlah lembaga internasional telah memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun 2045. Dia mengatakan bahwa ramalan ini tidak hanya omong kosong, tetapi didukung oleh banyak hal yang membuat Indonesia unggul dibandingkan negara lain.

Mendagri Tito menyatakan bahwa tidak banyak negara yang memiliki kombinasi sumber daya alam yang melimpah, banyak tenaga kerja, dan wilayah yang luas. Salah satu negara dengan ketiga modal ini adalah Indonesia.

Indonesia juga berada di jalur perdagangan internasional yang strategis. Posisi geografis ini dianggap sebagai keuntungan besar yang harus dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas tinggi diperlukan untuk memaksimalkan potensi tersebut. Akibatnya, dia berharap kalangan intelektual termasuk PIKI dapat membantu kemajuan bangsa melalui pemikiran dan inovasi.

“Inilah tugas para pemikir, tugas para cendekiawan, tugas para inteligensia,” katanya.

Dia berpendapat bahwa kualitas ide dan pengaruh, bukan jumlah, yang menentukan kontribusi kelompok intelektual. Ia mencontohkan beberapa negara yang memiliki populasi kecil tetapi memiliki pengaruh besar di dunia karena sumber daya manusianya yang bagus.

“Jadi, kita harapkan dengan kemampuan inteligensia, PIKI akan memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, Ketua Umum DPP PIKI masa bakti 2026–2031, dan Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, hadir.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today