Militer Korea Selatan Meminta Maaf Karena Telah Hagal Menembak Jatuh Drone Korea Utara

Sebuah F-15K Angkatan Udara Korea Selatan menembakkan rudal udara-ke-permukaan ke arah utara perbatasan maritimnya dengan Korea Utara, dalam handout yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada 2 November 2022. (Foto: Reuters)
0 0
Read Time:2 Minute, 35 Second

Pada hari Selasa silam, Presiden Korea Selatan turut menyerukan untuk memperkuat pertahanan udara yang lebih kuat dalam mengantisipasi serangan drone.

Sementara itu, pihak militer Korea Selatan turut meminta maaf karena gagal menembak jatuh pesawat tak berawak Korea Utara yang melintasi perbatasan untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

Di lansir dari PBS News Hour, bahwasanya Militer Korea Selaatan mengerahkan pesawat tempur dan helikopter di hari Senin lalu. Tetapi, upaya tersebut justru gagal dalam misi menjatuhkan drone Korea Utara yang terbang kembali ke rumah atau menghilang dari radar Korea Selatan.

Hal itu, menimbulkan pertanyaan serius tentang jaringan pertahanan udara Korea Selatan pada saat ketegangan tetap tinggi atas uji coba rudal Korea Utara tahun ini.

Drone Korea Utara turut dipersiapkan untuk meningkatkan pertahanan negara yang diperintah langsung oleh Kim Jong Un. (Foto: Newsweek.com)

Tepat pada hari Selasa lalu, Militer Korea Utara kembali meluncurkan jet tempur dan helikopter serang setelah melihat jalur penerbangan yang mencurigakan di daerah garis depan.

Kantor resmi daerah setempat turut mengirimkan pesan teks darurat dengan memberi tahu penduduk tentang sejumlah drone Korea Utara berkeliaran. Tetapi, Militer Korea Selatan mengklarifikasikan terkait isu tersebut merupakan sekawanan burung.

Letnan Jenderal Kang Shin Chul selaku Kepala Direktur Operasi di Kepala Staff Gabungan, mengatakan dalam pernyataannya yang disiarkan oleh televisi bahwasanya militer merasa menyesal atas kejadian fatal dan kesalahan yang tidak seharusnya terjadi. Kegagalan tersebut menyebabkan para masyarakat timbul kekhawatiran dengan skala yang besar.

Melihat dari sisi pertahanan Korea Selatan, hal tersebut merupakan pertama kalinya drone Korea Utara dapat memasuki wilayah udara Korea Selatan sejak tahun 2017 lalu.

Penerbangan drone tersebut terjadi tiga hari setelah Korea Selatan mengatakan Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik dengan jarak pendek dan memperpanjang rekor pengujiannya di tahun ini.

KOrea Utara juga telah menggembar-gemborkan mengenai program drone dan pejabat Korea Selatan sebelumnya turut mengtatakan bahwa Korea Utara memiliki sekitar 300 drone.

Presiden Korea Selatan telah menyerukan dalam meningkatkan pertahanan dari segi manapun dalam mencegah serangan yang tak terduga oleh negara lain. (Foto: BBC.com)

Unit tersebut merupakan yang telah dipersiapkan secanggih mungkin dengan diikutsertakan fitur persenjataan modern yang telah dijanjikan oleh Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un untuk dibeli bersama dengan multi hulu ledak, rudal nuklir yang dapat diluncurkan di bawah air untuk menghantam satelit mata-mata.

Di samping itu, Kim Jong Un juga turut menyerukan upaya yang lebih kuat dalam mengatasi kesulitan dan tantangan yang akan dihadapi negaranya. Namun, dia juga masih mengklaim bahwa Korea Utara telah melaporkan beberapa keberhasilannya terkait implementasi beberapa misi yang dijalankan.

Tidak hanya itu, kekuatan nasional negaranya juga telah memasuki peningkatan dalam bidang militer, ekonomi dan bidang-bidang lainnya. Beberapa pengamat turut mengatakan bahwa Kim Jong Un mungkin akan memerlukan klaim yang didukung oleh beberapa propaganda yang dapat menarik kesetiaan publik yang lebih besara dalam meningkatkan persenjataan senjatanya.

Rencana tersebut juga dapat dianggap sebagai salah satu mengatasi kesengsaraan ekonomi saat menghadapi sanksi dan kampanye tekanan yang dipimpin oleh negara Amerika Serikat dalm mengekang ambisi nuklirnya.

Pertemuan para Partai Pekerja Korea Utara diperkirakan akan berlangsung beberapa hari dan Kim Jong UN kemungkinan akan membahas isu-isu seperti peningkatan persenjataannya serta hubungan dengan Amerika Serikat dan ekonomi dalam sesi selanjutnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today