Benny Gantz Merekonstruksi Hubungan Pertahanan Israel Dengan Turki

Menteri pertahanan Israel, membuka kesempatan baru dengan Turkey. (Foto:Pexels.com/CottonBro)
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Benny Gantz selaku Menteri pertahanan Israel, menyuarakan era baru dalam hubungan keamanannya dengan Turki, Gantz berusaha untuk meninjau kembali hubungan yang telah rusak selama satu dekade.

Gantz mengatakan, Israel dan Turki memperbarui hubungan diplomatik mereka. “Selama lebih dari satu dekade, tidak ada ikatan keamanan formal,” kata Gantz kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Menteri Pertahanan Hulusi Akar di Ankara. “Hari ini kami mengubahnya dalam proses yang bertanggung jawab dan bertahap yang melayani kepentingan Israel.” Ujar Gantz.

Kembalinya Hubungan yang Rusak Selama Satu Dekade. (Foto:Pexels.com/EnginAkyurt)

Pada tahun 1949, Turki merupakan negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui Israel. Namun, hubungan bilateral mulai berjarak pada 2008 diawali dengan operasi militer Israel di Gaza.  Kemudian hubungan tersebut membeku pada 2010 setelah kematian 10 warga sipil pada serangan Israel di kapal Mavi Marmara Turki, yang merupakan armada yang mencoba menembus blokade Israel dan membawa bantuan ke Gaza. Rekonsiliasi singkat berlangsung dari 2016 sampai 2018, ketika Turki menarik duta besarnya dan menutup hubungan dengan Israel atas pembunuhan warga Palestina selama konflik di Gaza. Hubungan mulai erat setelah perginya mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dilansir dari Aljazeera.com.

Kemudian Presiden Israel Isaac Herzog melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki pada bulan Maret, dilanjutkan oleh Perdana Menteri Yair Lapid pada bulan Juni. Saat itu lapid sedang menjabat sebagai menteri luar negeri. Setelah berbulan-bulan hubungan yang berjarak, Israel dan Turki mengumumkan pada 17 Agustus akan memulihkan penuh hubungan dan kembalinya duta besar ke kedua negara. Dilansir dari Aljazeera.com. Akar mengatakan, hubungan yang lebih erat akan sangat membantu kedua belah pihak “menemukan solusi untuk beberapa topik saat ini yang kami pikirkan secara berbeda”, termasuk Palestina. Israel belum lama ini berterima kasih kepada Turki atas kerja sama intelijennya melawan Iran yang berupaya menyerang Turki. Gantz berkunjung sebelum Israel melakukan pemilihan umum, yang kelima dalam waktu kurang dari empat tahun. Gantz berusaha mempertahankan faksi Persatuan Nasional yang berideologi tengah dalam koalisi masa depan. Dilansir AlJazeera.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today