Perayaan Hari Halloween Memakan Korban di Korea Selatan

Tragedi Nahas Terjadi Pada Saat Perayaan Hari Halloween di Itaewon, Korea Selatan (Photo: Twitter.com/AlienateSoul
0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

Perayaan hari Halloween pada 28 Oktober silam, menjadi bencana terburuk bagi Korea Selatan khususnya di Itaewon. Kejadian tersebut menewaskan sebanyak 151 orang dan mengalami luka-luka sebanyak 82 orang. Massa yang datang pada hari itu mayoritas merupakan anak muda berkisar puluhan ribu yang berkumpul. Kronologi kejadin tersebut diakibatkan kondisi dan situasi terhimpit hingga terjebak di tengah kerumunan orang.

Melansir dari laman CNN.com, bahwasanya para petugas darurat dan pejalan kaki berupaya sekeras mungkin untuk melakukan CPR pada orang-orang yang tergeletak di jalanan setelah terjadi tragedi himpitan di Itaewon, Ibu Kota Seoul pada Sabtu malam.

https://twitter.com/ainanazriii/status/1586515499659108353?s=20&t=B1RDFwkcMbfnxvUxQURowA
Situasi dan kondisi pada saat di Itaewon, Korea Selatan (Sumber: Twitter.com/ainanazriii)

“Orang-orang yang tewas pada Sabtu malam mayoritas berumur 20-an. Korban tewas sebanyak 19 orang beberapa terdapat orang asing yang nantinya kewarganegaraannya tidak segera di rilis. Jumlah korban tewas kedepannya masih akan bertambah dan meningkat lebih lanjut dikarenakan terdapat diantara mereka yang terluka sedang mengalami masa kondisi kritis” Ujar Choi Seong-beom, Kepala Pemadam Kebakaran Yongsan Seoul kepada CNN.com

Perkiraan massa yang hadir pada Sabtu malam dalam perayaan hari Halloween mencapai 100.000 orang. Kapasitas yang hadir pada Sabtu malam tersebut merupakan angka yang sangat tinggi. Mengingat semenjak pemberlakuan kebijakan pembatasan kerumunan di masa pandemi COVID-19 oleh Pemerintah Korea Selatan turut dilonggarkan. Sehingga aturan tersebut dianggap sebagai momentum dan kesempatan besar pertama untuk berpesta merayakan hari Halloween secara massal.

Metode CPR yang digunakan para petugas untuk melakukan pertolongan pertama (Foto: Twitter.com/KushalGupta44)

Kekacauan tersebut mengundang kesedihan bagi para keluarga korban yang tengah berkumpul di pusat terdekat di Itaewon. Para pejabat dan petinggi juga berupaya untuk mengumpulkan nama-nama korban yang tewas dan hilang ditengah proses evakuasi berlangsung untuk mengidentifikasi korban agar bisa dikembalikan kepada keluarga yang bersangkutan.

Melansir dari laman CNN.com menyatakan bahwa sejauh ini diperkirakan terapat 90% dari korban yang tewas akibat kejadian tragis di Itaewon, Korea Selatan berhasil diidentifikasi oleh pihak yang berwenang. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan, Lee Sang-min mengatakan bahwa sekitar 10 orang tidak dapat diidentifikasi karena beberapa di antaranya berusia di bawah 17 tahun yang di mana terlalu muda untuk membawa kartu identitas nasional dan sisanya adalah beberapa orang asing.

Pihak berwenang dan berwajib tengah berupaya melakukan evakuasi skala besar. (Foto: Twitter.com/DrV80042241)

Di tengah proses evakuasi sedang berlanjut, menurut kabar pemerintah kota setempat masih terdapat beberapa korban yang hilang sekitar 3.500 orang. Pihak berwenang turut ikut membantu ekstra bagi para keluarga korban untuk menghubungi rumah sakit dan mengunjungi kamar mayat dalam proses menemukan korban yang hilang.

Belum diketahui secara jelas penyebab terjadinya kerumunan yang menciptakan situasi dan kondisi desak-desakan hinga orang – orang melonjak ke gang sempit. Pihak berwajib tengah melakukan proses identifikasi berlanjut. Kesaksian sementara penyebab terjadinya tragedi tersebut menyatakan bahwa adanya perilaku dorong-mendorong sesama pengunjung sehingga menyebabkan situasi ricuh dan terjatuh hingga saling injak demi menyelamatkan diri untuk bisa keluar dari situasi tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today