Tiongkok Menutup Pabrik IPhone Setelah Kasus Virus Meningkat

Melaporkan 64 kasus virus corona dan pekerja yang merakit iPhone Apple Inc (Photo : Andy Wong)
0 0
Read Time:2 Minute, 13 Second

Akses ke zona industri kota Zhengzhou, Tiongkok tengah sedang ditangguhkan pada hari Rabu 02/11/22. Setelah kota itu melaporkan 64 kasus virus corona dan pekerja yang merakit iPhone Apple Inc, hal itu dikarenakan meninggalkan pabrik iPhone setelah adanya wabah Covid-19.

Pengumuman tidak mengatakan bahwa Isolasi Zona Ekonomi Bandara Zhengzhou terdapat adanya kasus di pabrik Foxconn, karena pengumuman tidak memberikan petunjuk apa penyebab yang mendorong penutupan pabrik tersebut. maka dari itu, tidak ada yang bisa masuk atau keluar selama satu minggu kecuali untuk mengantarkan makanan dan persediaan medis.

Penutupan toko yang dilakukan di China, untuk memperluas kebijakan cuti agar mengakomodasi kondisi kesehatan tidak terinfeksi COVID-19 (Photo : REUTERS/Ralph Orlowski)

Secara terpisah bahwa, pemerintah sudah melaporkan 64 kasus yang dikonfirmasi dan telah ditemukkan kota Zhengzhou selama 24 jam terakhi ini, bahwasannya ada 294 kasus tanpa gejala juga telah ditemukan di kota berpenduduk 12,5 juta jiwa. Tidak disebutkan berapa banyak yang berada di zona industri.

Oleh karena itu, partai komunis berkuasa dalam memberlakukan kebijakan “Zero COVID” telah menutup daerah-daerah di seluruh China selama berminggu-minggu dengan mencoba mengisolasi setiap kasus.

Dilansir dari apnews.com sudah ada peningkatan infeksi China relatif rendah, sudah mengganggu perdagangan serta bisnis dengan negara-negara lain yang melonggar pembatasan anti virus. Frustrasi publik dengan pembatasan telah meluap menjadi perkelahian dengan polisi di beberapa daerah.

Di Zhengzhou, masyarakat di zona industri akan diuji setiap hari untuk virus corona, “kata Distrik Bandara”, tidak disebutkan berapa orang yang mungkin terkena dampaknya. maka dari itu, bahwa seluruh daerah tiongkok perketat pembatasan pergerakan dan membatalkan penerbangan maskapai bulan lalu, setelah infeksi baru melonjak setelah liburan Hari Nasional selama seminggu.

Oleh karena itu, sebagian penduduk Xinjiang barat laut dilarang meninggalkan rumah mereka pada bulan Agustus dan September. Orang-orang di Urumqi dan kota-kota lain mengatakan mereka kehabisan makanan dan obat-obatan memposting permohonan bantuan di media sosial.

Maka dari itu, ribuan karyawan sudah meninggalkan pabrik Foxconn Technology Group mulai pertengahan Oktober, setelah keluhan orang-orang yang tertular virus tidak mendapat perawatan. Beberapa menuduh perusahaan gagal menegakkan langkah dalam mencegah penyebaran virus.

Foxconn mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka menggunakan “manajemen loop tertutup,” istilah resmi untuk karyawan yang tinggal di tempat kerja mereka, menghindari kontak oleh pihak luar. Perusahaan mengatakan karyawan yang sakit, sedang dirawat tetapi tidak mengatakan bahwa infeksi baru masih terjadi di minggu ini. bahwa pengunjung Shanghai Disneyland untuk sementara dilarang pergi, karena bagian dari pengujian virus, “Menurut pemerintah kota pada hari Selasa telah diperluas ke 439.000 orang”.

Badan kesehatan kota mengatakan pengunjung pada hari Senin dinyatakan negatif dan diizinkan untuk pergi. Minggu lalu, 1,3 juta penduduk distrik Yangpu pusat kota Shanghai diperintahkan untuk tinggal di rumah sementara mereka diuji.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today