Setelah Mendeteksi 180 Pesawat Tempur Korea Utara, Militer Korea Selatan Kerahkan Jet Tempur

Ketegangan antara Korea Selatan dengan Korea Utara. (Photo: asiapacific.ca)
0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

Militer Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi adanya pesawat tempur Korea Utara dengan periode empat jam pada hari jumat. Pihak Korea Selatan menyatakan telah melihat sekitar 180 pesawat tempur milik Korea Utara pada pukul 11 pagi sampai 3 sore waktu setempat, dimana sehari sebelumnya telah diyakini adanya uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) yang gagal di Pyongyang.

Pihak Amerika Serikat menyampaikan bahwa ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea meningkat ketika adanya latihan gabungan ‘Vigilant Storm’ antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan. Latihan gabungan ini melibatkan ratusan pesawat terbang dan ribuan anggota militer dari kedua belah pihak.

Korea Utara memberikan tuduhan bahwa sekutu-sekutunya telah melakukan tindakan provokatif, sehingga, pada hari rabu pukul setempat Korea Utara meluncurkan 23 rudal dari arah pantai timur dan barat. Peluncuran rudal tersebut merupakan peluncuran rudal terbanyak yang ditembakkan dalam satu hari ke perairan di kedua sisi semenanjung, membuat Seoul menanggapinya dengan menembakkan tiga rudal darat ke udara.

Peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara membuat Korea Selatan mempertahankan postur kesiapan. (Photo: bbc.com)

Dilansir dari laman edition.cnn.com, Korea Selatan menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan sejumlah jet tempur siluman ‘F-35A’ pada hari jumat serta pesawat tempur Korea Selatan yang sedang ikut berpartisipasi dalam manuver gabungan juga telah “mempertahankan postur kesiapan,” ujar pihak militer Korea Selatan.

Setelah adanya uji coba ICBM yang dicurigai pada kamis lalu, Korea Selatan dan Amerika Serikat memberitahukan bahwa mereka akan melakukan perpanjangan latihan sampai dengan 5 November. Menurut media pemerintah langkah tersebut sangat dikecam oleh seorang pejabat Korea Utara dan dinilai sebagai “pilihan yang sangat salah dan berbahaya.”

Setelah pertemuan antara pihak Korea Selatan dan pihak Amerika Serikat di Pentagon, Menteri Pertahanan Lloyd Austin menuduh bahwa Korea Utara melakukan tindakan yang ceroboh dan tidak bertanggung jawab. Austin mengatakan “kami telah menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini dapat berpotensi mengganggu kestabilan kawasan. Jadi kami menyarankan agar menghentikan kegiatan seperti itu dan mulai melakukan dialog yang serius.”

Melansir dari wawancara CNN, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengecam tindakan Korea Utara, dengan menyatakan bahwa Pyongyang telah melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today