Pada hari selasa, Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal terbesarnya ke kota-kota Ukraina, beberapa jam setelah Presiden Ukraina, Volodymr Zelensky, memberikan usulan rencana perdamaian di depan para pemimpin dunia pada saat KTT G20 di Indonesia berlangsung.
Setelah presiden Ukraina menguraikan 10 poin rencananya, sirine serangan udara berbunyi di seluruh Ukraina. Serangan tersebut menyerang infrastruktur listrik di beberapa wilayah negara Ukraina yang mengakibatkan lebih dari tujuh juta warga Ukraina hidup tanpa listrik dan kritisnya pasokan listrik, berdasarkan pernyataan pejabat senior Ukraina.
Kyrylo Tymoshenko, Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, berkata bahwa selama serangan rudal Rusia, 15 fasilitas infrastruktur energi Ukraina telah rusak. Namun, pertahanan udara Ukraina telah menembak jatuh 70 rudal dari sekitar 90 rudal yang diluncurkan ke Ukraina. Dua rudal dilaporkan telah menghantam sebuah peternakan dan menewaskan dua orang di Polandia yang dekat dengan perbatasan Ukraina, menurut media Polandia. Proyektil rudal tersebut tidak diketahui asalnya darimana, namun, proyektil itu mendarat diwaktu yang sama pada saat serangan rudal Rusia di Ukraina Barat.

Juru bicara pemerintah mengatakan bahwasannya Perdana Menteri Mateusz Morawiecki, telah mengadakan sebuah pertemuan dengan Komite Dewan Menteri terkait Urusan Keamanan dan Pertahanan Nasional. Polandia merupakan salah satu negara anggota NATO, dan aliansi pertahanan tengah menyelidiki masalah ini, menurut seorang pejabat NATO kepada CNN.
Dilansir dari edition.cnn.com, seorang pejabat senior Gedung Putih, memberikan pernyataan bahwa mereka tidak memiliki konfirmasi atas serangan rudal ataupun roket di Polandia, namun, pejabat Amerika Serikat sedang bekerja untuk mencari tahu persis apa yang telah terjadi. Presiden Zelensky sebaliknya menyalahkan Rusia terkait dengan insiden tersebut. Presiden Zelensky dalam pidato hariannya mengatakan “teror tidak terbatas pada perbatasan nasional kita”.
Pada saat sedang adanya spekulasi tentang asal proyektil tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia membantah untuk bertanggung jawab, mengatakan bahwa “tidak ada serangan yang dilakukan pada target di dekat perbatasan negara Ukraina-Polandia.” Pihak Polandia juga belum memberikan konfirmasi terkait dengan rudal Rusia mendarat di wilayah mereka.






