Hari Selasa, tiga astronot telah lepas landas menuju ke stasiun luar angkasa milik China. Hal ini merupakan sebuah pencapaian besar bagi China untuk program luar angkasanya, yang dimana telah menjelajahi sisi jauh bulan dan Mars. Keberhasilan tersebut juga menandakan bahwa peran dari Stasiun Luar Angkasa Internasional yang sudah tua dan menjadi satu-satunya tempat hunian bagi manusia akan segera berakhir.
Peluncuran ketiga astronot tersebut dilakukan pada pukul 11:08 malam waktu setempat dengan menaiki pesawat ruang angkasa ‘Shenzou-15’ pada hari Selasa dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, Mongolia Dalam. ‘Shenzou-15’ diperkirakan akan mencapai Stasiun Luar Angkasa Tiangong sekitar 6,5 jam setelah peluncuran dilakukan.

Dilansir dari edition.cnn.com, kedatangan dari ketiga astronot, Fei Junlong, Deng Qingming, dan Zhang Lu, menjadi rotasi kru pertama di stasiun ruang angkasa, dengan dua tim yang bergantian selama lima hingga sepuluh hari sebelum kru ‘Shenzou-14’ yang telah mendarat lebih dulu di stasiun pada bulan Juni, kembali ke Bumi. ‘Shenzou-15’ memiliki misi untuk menyelesaikan konstruksi pos luar angkasa, yang diharapkan akan selesai pada akhir Desember dan akan meluncurkan tahap pertama “aplikasi dan pengembangannya,” sesuai dengan pernyataan asisten direktur Badan Antariksa Berawak Tiongkok, Ji Qiming, pada konferensi pers pada hari Senin, menurut media milik pemerintah Xinhua.
Berdasarkan laporan dari media pemerintah, selama dilakukannya misi tersebut, para kru akan melakukan lebih dari 40 eksperimen dan tes yang terkait dengan penelitian sains luar angkasa, kedokteran luar angkasa, dan teknologi luar angkasa, serta tiga hingga empat kegiatan kegiatan tambahan yang dilakukan oleh para astronot dalam pakaian luar angkasa.
Setelah proses konstruksi selesai, stasiun luar angkasa tersebut diperkirakan akan bertahan selama 15 tahun. China berencana melakukan peluncuran untuk dua misi berawak dan dua misi kargo ke stasiun luar angkasa tersebut, sesuai dengan laporan dari CMSA. Tiangong yang berarti istana surgawi, memiliki ukuran lebih kecil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, namun, memiliki desain modular yang sama.






