Gunung Merapi yang lokasinya berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan telah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
Dikabarkan bahwa pada hari Kamis malam, 30 April 2026, Gunung Merapi telah memuntahkan gumpalan awan panas ketika wilayah tersebut sedang diguyur oleh hujan lebat.

Menurut laporan yang dirilis oleh pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG Yogyakarta, mengungkapkan bahwa Gunung Merapi telah memuntahkan gumpalan awan panas guguran dengan jumlah sebanyak dua kali.
Mengutip Tempo.co, peristiwa pertama dilaporkan berlangsung pada pukul 20.23 WIB, sedangkan insiden kedua terjadi sekitar pukul 20.41.
“Status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga,” kata Agus Budi Santoso, selaku Kepala BPPTKG Yogyakarta, hari Kamis malam, dilansir dari Tempo.co.
Dilaporkan bahwa Gunung Merapi sempat diguyur oleh hujan berintensitas tinggi pada saat sebelum terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut.
Peristiwa hujan yang telah melanda wilayah sekitar Gunung Merapi itu diketahui berlangsung pada pukul 15.57 WIB, menurut data yang dicatat oleh BPPTKG.
Dinukil dari Tempo.co, pada sekitar pukul 17.10 WIB, peristiwa hujan tersebut sempat dinyatakan reda. Tetapi, pada pukul 17.38 WIB, hujan kembali mengguyur wilayah itu hingga pukul 20.40 WIB.
Beberapa saat setelah peristiwa hujan yang mengguyur wilayah tersebut berhenti, Gunung Merapi langsung mengeluarkan dua insiden gumpalan awan panas.





