Orion, sebuah pesawat ruang angkasa milik NASA yang sedang menjalankan misi ‘Artemis I’, akan melakukan perjalanan perpisahan dengan bulan sebelum pulang ke Bumi. Kapsul tanpa awak yang membawa beberapa manekin ini telah menghabiskan 15 hari terakhir perjalanan ruang angkasa dan melakukan perjalanan yang belum pernah dilakukan sebelumnya di luar bulan, melaju sekitar satu menit dan 45 detik pada Kamis sore dengan menggunakan mesin onboard untuk keluar dari jalur orbitnya.
Orion diharapkan mengambil putaran lain di sekitar bulan. Lintasan terakhir akan membawa Orion lebih dari 128,7 kilometer di atas permukaan bulan Senin pagi. ‘FLyby’ akan menampilkan pemandangan dari situs-situs penting di bulan, termasuk permukaan lava yang dieksplorasi oleh astronot selama era Apollo. Dari sana, kapsul Orion akan menghidupkan mesinnya untuk kembali menuju Bumi.

Pesawat ruang angkasa berada di lintasan yang telah diperkirakan untuk mendarat di Samudra Pasifik di lepas pantai San Diego pada 11 Desember mendatang. Hal tersebut akan menjadi penanda akhir dari misi bersejarah ‘Artemis I’, yang dimulai dengan peluncuran pesawat ruang angkasa Orion dari atas roket Space Launch System (SLS) milik Nasa pada 16 November, dan berkat peluncuran tersebut, SLS dinobatkan menjadi roket paling kuat yang pernah ada untuk mencapai orbit.
Setelah memisahkan dari roket SLS, Orion berhasil mencapai orbit bulan yang jauh dan memiliki kemungkinan untuk mencapai lebih dari 64.374 kilometer di luar sisi jauh bulan. Jarak tersebut merupakan jarak terjauh yang pernah ditempuh oleh pesawat ruang angkasa manapun yang dirancang untuk membawa manusia ke ruang angkasa. Tetapi, untuk misi ‘Artemis I’ ini, kapsul Orion hanya membawa beberapa manekin yang bertujuan untuk mengumpulkan data-data yang dapat berguna suatu saat nanti.
Tujuan sepenuhnya dari misi ‘Artemis I’ ini adalah untuk mengirim manusia kembali ke permukaan bulan dan menguji pesawat ruang angkasa hingga mencapai batasnya serta mengumpulkan wawasan berharga bagi NASA. Howard Hu yang merupakan manajer program Orion, memberikan pernyataan kepada wartawan pada Senin malam bahwa kinerja pesawat ruang angkasa Orion selama misi ‘Artemis I’ berlangsung sangat “luar biasa”.






